Pendidikan Islam Sebagai Pondasi Pembentukan Karakter Anak
- 10 Jul 2026 18:58 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID Takengon - Pendidikan Islam memiliki peran penting dalam membentuk karakter generasi muda di tengah berbagai tantangan perkembangan zaman. Nilai-nilai keimanan, akhlak, disiplin, tanggung jawab, dan kepedulian sosial perlu ditanamkan sejak usia dini agar anak tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter dan berintegritas. Hal tersebut dikatakan Kasi Pendidikan Madradah Kankemenag Kab. Aceh Tengah, Syahria Putraga M.Pd dalam program Da'i Menjawab yang disiarkan Pro 1 RRI Takengon 93 FM, Kamis (9/7/2026) malam.
"Pendidikan Islam tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga menitikberatkan pada pembentukan akhlak mulia sebagai bekal menghadapi kehidupan". kata Syahria.
Syahria Putraga menegaskan bahwa keluarga merupakan lingkungan pendidikan pertama dan utama bagi anak. Orang tua memiliki tanggung jawab memberikan teladan yang baik melalui perkataan maupun perbuatan, sementara sekolah dan madrasah berperan memperkuat nilai-nilai tersebut melalui proses pembelajaran yang terarah.
Menurutnya, pembentukan karakter harus dilakukan secara berkesinambungan melalui pembiasaan ibadah, kejujuran, kedisiplinan, tanggung jawab, rasa hormat kepada orang tua dan guru, serta kepedulian terhadap sesama. Dengan demikian, anak tidak hanya memiliki kecerdasan intelektual, tetapi juga kecerdasan spiritual dan sosial.
Dalam dialog itu juga disampaikan bahwa perkembangan teknologi digital membawa tantangan tersendiri bagi pendidikan anak. Karena itu, pendidikan Islam harus mampu menjadi benteng moral agar anak dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, menghindari pengaruh negatif, dan tetap berpegang pada nilai-nilai ajaran Islam.
Kolaborasi antara orang tua, guru, masyarakat, dan pemerintah dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan karakter yang berlandaskan nilai-nilai Islam diharapkan mampu melahirkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, serta siap menghadapi perubahan zaman tanpa kehilangan jati diri. Pandangan ini juga sejalan dengan berbagai kajian yang menekankan bahwa pendidikan agama, keteladanan orang tua, dan sinergi sekolah menjadi fondasi utama pembentukan karakter anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....