BNNK Gayo Lues Latih Petani Kopi, Perkuat Pemberdayaan di Wilayah Rawan Ganja

  • 07 Jul 2026 10:42 WIB
  •  Takengon
Poin Utama
  • BNNK Gayo Lues menyelenggarakan Training of Trainer (ToT) selama enam hari (6-11 Juli 2026) untuk 50 petani kopi binaan dan mantan petani ganja di Aula Starbucks Farmer Support Center Berastagi, Kabupaten Karo.
  • Program Alternative Development ini dirancang untuk mengalihkan lahan rawan ganja menjadi pusat pengembangan kopi Arabika Gayo yang berdaya saing tinggi sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat.
  • Narasumber dari Starbucks FSC Berastagi memberikan materi agronomi dan budidaya kopi Arabika, sementara Kepala BNNK Gayo Lues menekankan pentingnya penguatan kapasitas petani kopi sebagai strategi pemberdayaan ekonomi.

RRI.CO.ID, Blangkejeren: BNNK Gayo Lues melaksanakan kegiatan Training of Trainer (ToT) "Pelatihan Untuk Pelatih" bagi petani kopi binaan sebagai bagian dari program Alternative Development dalam rangka menekan kultivasi ganja di daerah rawan.

Kegiatan berlangsung selama enam hari, mulai Senin hingga Sabtu, 6–11 Juli 2026, bertempat di Aula Starbucks Farmer Support Center (F.S.C) Berastagi, Kabupaten Karo.

Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman menyampaikan sebanyak 50 peserta yang terdiri dari petani kopi binaan BNNK Gayo Lues serta anggota Koperasi Kopi Gayo Lues Bersinar mengikuti pelatihan ini. Mereka merupakan mantan petani ganja dan masyarakat yang rentan terhadap praktik kultivasi tanaman terlarang.

“Kehadiran mereka diharapkan mampu memberikan dampak signifikan terhadap pengembangan kopi Arabika Gayo sekaligus menjamin harga kopi yang sesuai dengan harapan masyarakat,” ujarnya, Selasa 7 Juli 2026.

Kegiatan ini turut menghadirkan narasumber dari Starbucks Farmer Support Center F.S.C Berastagi, yakni Robertus Tri Hastoaji dan Ucu Somirat, yang memberikan materi seputar agronomi dan budidaya kopi Arabika.

Selain itu, Kepala BNNK Gayo Lues, Fauzul Iman, juga berperan sebagai narasumber, menekankan pentingnya penguatan kapasitas petani kopi sebagai strategi alternatif dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Melalui program ini, BNNK Gayo Lues menegaskan komitmennya untuk mengalihkan potensi lahan rawan ganja menjadi pusat pengembangan kopi Gayo yang berdaya saing tinggi.

Kegiatan ini didukung oleh anggaran Non DIPA Tahun 2026 dan diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus mendukung upaya pemberantasan narkotika di wilayah Gayo Lues.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....