BMKG Temukan 100 Titik Panas, Hujan Berpotensi Guyur Sejumlah Wilayah Aceh

  • 07 Jul 2026 08:08 WIB
  •  Takengon
Poin Utama
  • BMKG memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah Aceh pada siang hingga sore hari dengan risiko banjir, longsor, dan pohon tumbang.
  • Satelit BMKG mendeteksi 100 titik panas di Provinsi Aceh, terdiri dari 3 titik dengan kepercayaan rendah, 89 titik dengan kepercayaan sedang, dan 8 titik dengan kepercayaan tinggi.
  • Kabupaten Aceh Tengah memiliki dua titik panas, sementara Kabupaten Gayo Lues terdapat enam titik panas yang tersebar di Kecamatan Terangon dan Tripe Jaya.

RRI.CO.ID, Takengon – Meskipun pagi hari diawali dengan cuaca cerah berawan di hampir seluruh wilayah Aceh, masyarakat diimbau tidak lengah. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan hujan dengan intensitas ringan hingga sedang berpotensi turun di sejumlah wilayah pada siang hingga sore hari. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi, terutama di daerah yang rawan banjir, longsor, dan pohon tumbang.

Memasuki malam hari, kondisi cuaca diperkirakan kembali membaik dengan langit cerah berawan yang mendominasi sebagian besar wilayah. Sementara itu, angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan berkisar 5–10 kilometer per jam.

Selain memantau perkembangan cuaca, BMKG juga mendeteksi keberadaan titik panas di Provinsi Aceh. Hasil pemantauan satelit menunjukkan terdapat 3 titik panas dengan tingkat kepercayaan rendah, 89 titik panas dengan tingkat kepercayaan sedang, dan 8 titik panas dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Di wilayah tengah Aceh, Kabupaten Aceh Tengah terpantau memiliki dua titik panas. Sementara itu, Kabupaten Bener Meriah tidak terdeteksi adanya titik panas. Adapun di Kabupaten Gayo Lues terdapat enam titik panas yang berada di Kecamatan Terangon dan Tripe Jaya.

Meski sebagian besar titik panas masih berada pada tingkat kepercayaan sedang, masyarakat tetap diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, terutama di kawasan yang mengalami kondisi cuaca lebih kering.

BMKG mengimbau masyarakat agar terus mengikuti perkembangan informasi cuaca dan meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi bencana yang masih mungkin terjadi. Kondisi atmosfer yang masih cukup dinamis membuat wilayah Aceh tetap rentan terhadap bencana hidrometeorologi, sehingga kewaspadaan menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko.

Informasi prakiraan cuaca ini disampaikan oleh Muhammad Niza Andria, Prakirawan BMKG HP Operasional Stasiun Meteorologi Sultan Iskandar Muda, dalam program Info Cuaca Pro 1 RRI Takengon edisi Selasa, 7 Juli 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....