4 Jenis Jahiliyah dalam Perspektif Al-Qur’an

  • 22 Mei 2026 06:29 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Banda Aceh, 22 Mei 2026 – Tausiah subuh dalam program Mutiara Subuh yang disiarkan secara langsung hasil kerja sama RRI Takengon bersama Masjid Agung Ruhama pada Jumat, 22 Mei 2026 pukul 05.40 WIB menghadirkan Tgk. Drs. H. Zulfan, MM. Dalam tausiah tersebut, beliau mengangkat tema tentang “Jahiliyah dalam Perspektif Al-Qur’an”.

Mengawali ceramahnya, Tgk. Drs. H. Zulfan, MM mengajak jamaah untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT atas segala nikmat iman, kesehatan, dan kesempatan beribadah yang masih diberikan hingga hari ini. Beliau juga mengajak jamaah memperbanyak selawat kepada Baginda Rasulullah SAW yang telah membawa umat manusia dari alam kegelapan menuju cahaya Islam.

Dalam pembahasannya, beliau menjelaskan bahwa kata jahiliyah disebutkan sebanyak empat kali di dalam Al-Qur’an. Walaupun istilah tersebut sering dikaitkan dengan masa sebelum turunnya Al-Qur’an, namun sifat dan karakter jahiliyah masih dapat ditemukan dalam kehidupan masyarakat hingga saat ini.

Ungkapan jahiliyah pertama disebutkan dalam Surah Al-Maidah ayat 50. Pada ayat tersebut Allah SWT menjelaskan tentang hukum jahiliyah. Tgk. Zulfan menerangkan bahwa hukum jahiliyah berlaku berdasarkan kepentingan kelompok, kesukuan, dan kekuasaan. Siapa yang berkuasa maka dialah yang menentukan hukum. Sementara hukum Allah SWT bersifat universal, berlaku adil untuk seluruh manusia tanpa membedakan suku, golongan, maupun kedudukan.

Selanjutnya, ungkapan kedua terdapat dalam Surah Al-Ahzab ayat 33. Ayat tersebut berkaitan dengan adab dan pakaian para istri Rasulullah SAW. Allah SWT memerintahkan agar menjaga kehormatan dan tidak berhias berlebihan seperti kebiasaan kaum jahiliyah terdahulu. Menurut beliau, ayat ini menjadi pengingat agar umat Islam menjaga akhlak, kesopanan, dan kemuliaan diri dalam kehidupan sehari-hari.

Ungkapan ketiga terdapat dalam Surah Ali Imran ayat 154 yang berkaitan dengan peristiwa Perang Uhud. Pada saat itu, orang-orang yang masih memiliki sifat jahiliyah mempertanyakan takdir Allah SWT. Mereka beranggapan bahwa jika tetap berada di rumah maka umur akan lebih panjang dan tidak akan tertimpa musibah peperangan. Tgk. Zulfan menjelaskan bahwa pemikiran seperti ini menunjukkan lemahnya keyakinan terhadap ketentuan Allah SWT serta kurangnya tawakal dalam kehidupan.

Kemudian ungkapan keempat tentang jahiliyah dijelaskan Allah SWT berkaitan dengan prinsip kehidupan manusia yang merasa dirinya paling benar. Orang yang memiliki sifat jahiliyah menganggap semua orang salah, bahkan meragukan kebenaran Rasulullah SAW dan ajaran Allah SWT. Menurut beliau, meskipun zaman jahiliyah telah berlalu, namun karakter merasa paling benar dan merendahkan orang lain masih bisa ditemukan di tengah masyarakat saat ini.

Di akhir tausiah, Tgk. Drs. H. Zulfan, MM mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup serta menjauhi sifat-sifat jahiliyah yang dapat merusak persatuan dan akhlak umat Islam. Beliau juga mengingatkan pentingnya menjaga keimanan, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta selalu berserah diri kepada Allah SWT dalam setiap keadaan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....