Kisah Kopi Gayo di Dataran Tinggi Pasca Bencana Hidrometeorologi

  • 13 Mei 2026 11:49 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Matahari pagi membawa kehangatan Dataran Tinggi Gayo yang selalu dilingkupi hujan dalam tiga hari terakhir ini.

Edi, seorang petani kopi sudah mulai sibuk sedari pagi menjemur kopi. Tangannya tangkas, berharap kopi yang baru dipetiknya segera kering.

Rumah Edi yang terletak di Kampung Kalasegi, Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah, masih dalam kondisi luluh lantak imbas bencana Sumatera, 25-30 November 2025 lalu.

Selepas banjir, akses menuju Kampung Kalasegi juga masih belum lekas membaik karena jalan transportasi utama dan jembatan penghubung antar kecamatan yang terletak di area Danau Lut Tawar ini belum bisa semuanya diakses menggunakan alat berat.

Proses perbaikan juga sangat sulit dilakukan mengingat kondisi material berupa batu, endapan lumpur, dan puing-puing kayu masih berserakan.

Belum lagi tantangan longsoran yang kerap terjadi karena guyuran hujan deras. Semalam, lima ratus meter dari rumah Edi terjadi longsoran yang menutup akses jalan.

Akan tetapi semangat Edi tak redup. Tetangganya sebagian besar bertahan di posko pengungsian. Namun, ia memutuskan untuk kembali ke rumah dan membersihkan endapan lumpur sekaligus demi bisa merawat anak keduanya selama ini yakni kopi.

"Sehari-hari sudah berkebun. Alhamdulillah dapat bantuan saluran air ini kan," ujar penyintas bencana Sumatera yang berprofesi sebagai petani kopi ini.

Dengan bantuan saluran irigasi, bersyukur karena saat ini telah memasuki masa panen kopi. Terlebih jalan ke kebunnya sudah bisa diakses.

Perlahan, Aceh Tengah memang terus bergerak merevitalisasi kondisi pasca bencana. Terutama di sektor industri perkebunan, dengan Kopi Gayo sebagai primadona, yang perlahan lekas pulih. (Ikhlas)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....