Depik dan Magnolia Banghamii: Dua Endemik Gayo yang Berjuang Bertahan

  • 06 Mei 2026 17:11 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon - Dataran Tinggi Gayo selama ini dikenal sebagai rumah bagi kekayaan hayati yang unik dan khas. Jika Ikan Depik menjadi simbol kehidupan perairan di Danau Lut Tawar, maka kini perhatian juga tertuju pada Magnolia banghamii sebagai representasi kekayaan flora hutan pegunungan Gayo yang kian terancam.

Di tengah kondisi hutan pegunungan Aceh yang semakin terfragmentasi, keberadaan Magnolia banghamii menjadi sorotan penting. Spesies pohon ini tidak hanya memperkaya lanskap hutan, tetapi juga menjadi indikator keseimbangan ekosistem. Namun, berdasarkan data International Union for Conservation of Nature melalui daftar merahnya, Magnolia banghamii kini berstatus Critically Endangered (CR) atau terancam punah.

Laporan terbaru dari GEC KLH Gayo mengungkapkan bahwa populasi Magnolia banghamii terus mengalami penurunan signifikan. Deforestasi, alih fungsi hutan menjadi perkebunan kopi, serta minimnya perlindungan khusus terhadap spesies ini menjadi faktor utama yang mengancam kelestariannya. Pohon ini diketahui hanya tumbuh di hutan primer dengan kondisi ekologis tertentu, sehingga sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan.

Peneliti botani sekaligus Ketua Umum Forum Pohon Langka Indonesia, Wendy A Mustaqim, yang pernah melakukan penelitian di Aceh Tengah, menyebutkan bahwa Magnolia banghamii kini semakin sulit ditemukan dalam jumlah yang signifikan. Individu yang tersisa tersebar secara terisolasi, sehingga menghambat proses regenerasi alami dan meningkatkan risiko kepunahan lokal.

Menanggapi kondisi tersebut, para pegiat konservasi dari GEC KLH Gayo berupaya mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat Gayo. Langkah-langkah seperti penguatan perlindungan kawasan hutan, pengembangan pembibitan ex-situ, serta edukasi lingkungan kepada masyarakat dinilai menjadi upaya mendesak yang harus segera dilakukan.

Koordinator Program GEC KLH Gayo, Irfandi SyahPitra, menegaskan bahwa tanpa intervensi nyata dalam waktu dekat, Magnolia banghamii berpotensi hanya menjadi catatan dalam literatur botani. Kondisi ini tentu menjadi ironi bagi wilayah Gayo yang selama ini dikenal kaya akan keanekaragaman hayati.

Keberadaan Depik dan Magnolia banghamii sejatinya menjadi pengingat bahwa ekosistem Gayo menyimpan kekayaan yang tak tergantikan. Upaya pelestarian tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga seluruh lapisan masyarakat agar warisan alam ini tetap lestari untuk generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....