Kurban, Gizi, dan Ikhtiar Umat Memutus Rantai Stunting
- 05 Mei 2026 05:53 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Suasana khusyuk menyelimuti jamaah Subuh di Masjid Agung Ruhama pada Selasa pagi, 5 Mei 2026. Dalam ceramah yang disiarkan langsung oleh RRI Takengon, Tgk. Amry Jalaluddin menyampaikan pesan penting tentang keterkaitan antara ibadah qurban dengan upaya meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, khususnya dalam mengatasi persoalan stunting pada anak.
Dalam pemaparannya, beliau menegaskan bahwa ibadah qurban merupakan kewajiban bagi umat Islam yang mampu, yang tidak hanya bernilai ibadah kepada Allah SWT, tetapi juga memiliki dimensi sosial yang sangat luas. Daging qurban yang dibagikan kepada masyarakat dapat menjadi sumber protein hewani yang sangat dibutuhkan, terutama bagi keluarga kurang mampu, ibu hamil, serta anak-anak dalam masa pertumbuhan.
Qurban dan Perbaikan Gizi
Menurut Tgk. Amry, salah satu manfaat besar dari qurban adalah membantu mencukupi kebutuhan gizi masyarakat. Asupan protein dari daging sangat penting untuk:
- Mendukung pertumbuhan anak
- Menjaga kesehatan ibu hamil
- Mencegah kekurangan gizi kronis
Hal ini menjadi sangat relevan dalam upaya menekan angka stunting, yaitu kondisi gagal tumbuh pada anak akibat kekurangan gizi dalam waktu yang lama.
Stunting: Ancaman Serius Generasi Masa Depan
Dalam ceramah tersebut dijelaskan bahwa stunting bukan hanya persoalan tinggi badan, tetapi juga berdampak pada kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Oleh karena itu, pencegahan stunting harus menjadi perhatian bersama.
Upaya pencegahan dan penanganan stunting menyasar kelompok prioritas, yaitu:
- Ibu hamil
- Balita, khususnya usia 0–23 bulan (periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan/HPK)
- Anak sekolah dan remaja putri
Remaja putri menjadi perhatian penting karena risiko anemia sejak dini dapat berdampak pada kesehatan saat kehamilan di masa mendatang. Pencegahan anemia menjadi langkah awal dalam memutus rantai stunting.
Intervensi Pencegahan Stunting
Tgk. Amry menjelaskan bahwa intervensi stunting terbagi menjadi dua jenis utama:
1. Intervensi Spesifik (Kesehatan):
Merupakan upaya langsung di sektor kesehatan, seperti:
- Pemberian makanan tambahan bagi ibu hamil yang mengalami Kekurangan Energi Kronis (KEK)
- Pemberian asupan bergizi bagi balita yang mengalami kekurangan gizi
- Suplementasi zat besi untuk mencegah anemia
2. Intervensi Sensitif (Non-Kesehatan):
Pendekatan yang mendukung dari luar sektor kesehatan, antara lain:
- Penyediaan air bersih
- Sanitasi yang layak
- Edukasi kesehatan kepada masyarakat
Kedua intervensi ini harus berjalan seiring untuk memberikan hasil yang optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....