Hari Bumi 2026: Haru, Cemas, dan Tantangan Energi Global
- 22 Apr 2026 17:54 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momentum refleksi atas keberlangsungan hidup manusia dan alam. Namun, peringatan tahun 2026 ini terasa semakin tebal dengan nuansa haru dan cemas.
Para pemimpin dunia bersama masyarakatnya dihadapkan pada realita global yang sulit ditebak, ketegangan geopolitik, krisis energi, hingga guncangan ekonomi yang merambah ke berbagai sektor kehidupan.
Guru Besar IAIN Takengon, Prof. Dr. Zulkarnain, M.Ag., menyoroti pentingnya jalur energi dunia yang kini berada dalam pusaran ketidakpastian.
“Selat Hormuz adalah salah satu nadi energi dunia yang sedang beriak di luar kendali dirinya. Kuasa segelintir manusia loba seolah menantang tenangnya selat itu,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa laut dan selat bukan sekadar jalur perdagangan, melainkan simbol keseimbangan dan keberlangsungan hidup manusia di bumi.
“Bumi lestari, oleh sepadannya kata, rasa, dan tata kreasi yang saling memberi makna,” tambahnya.
Hari Bumi tahun ini menjadi pengingat bahwa menjaga kelestarian alam bukan hanya tugas moral, melainkan kebutuhan mendesak demi masa depan bersama. Di tengah krisis energi dan ketidakpastian global, pesan yang bergema adalah satu bumi harus tetap dijaga agar tetap menjadi rumah yang layak bagi generasi mendatang.
Selamat Hari Bumi, 22 April 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....