Banjir Mongal Terkesan Dibiarkan, Warga Takengon Minta Solusi

  • 10 Apr 2026 15:47 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Setiap kali hujan dengan intensitas sedang hingga lebat turun, kawasan Simpang Mongal, yang merupakan jalan lintas Takengon-Bireun, kecamatan Kebayakan Aceh Tengah kembali dilanda banjir.

Kondisi ini sudah terlalu lama dibiarkan tanpa penanganan yang memadai. Air yang masuk ke Mongal terlalu banyak, sementara saluran pembuangan air sangat terbatas, sehingga genangan selalu terjadi.

Dalam program Halo RRI, seorang warga Rahmadi menyampaikan keluhannya.

“Setiap hujan, simpang Mongal selalu banjir. Air masuk ke Mongal terlalu banyak, tapi jalan keluar airnya sedikit. Mohon ditanggapi,” ujarnya disiarkan Jumat 10 April 2026.

Keluhan ini menjadi perhatian masyarakat yang berharap adanya solusi nyata dari pihak terkait. Penyiar RRI Takengon dalam program Halo RRI, Budirosla Tirtona menyampaikan terima kasih kepada warga yang telah berpartisipasi menyuarakan masalah lingkungan melalui program siaran interaktif.

“Semoga segera ada langkah penanganan agar banjir di Mongal tidak lagi menjadi masalah berulang,” ujarnya.

Keluhan masyarakat tentang banjir di Simpang Mongal mendapat tanggapan dari PPK BPJN Aceh, Febian Lesmana. Saat dikonfirmasi RRI, Febian memilih irit bicara dan menekankan bahwa program penanganan sudah masuk dalam perencanaan sejak tahun 2023–2024.

Menurutnya, persoalan utama bukan pada belum adanya program, melainkan keterbatasan anggaran. “Kita sekarang enggak tahu, sekarang dana sedang kacau, tapi sudah kita program dari tahun 2023, 2024. Bukan belum tahu kapan pelaksanaan, tapi dana kita dibagi-bagi. Saya takut salah ngomong, saya sudah program. Setuju nggak setuju nanti masalah di atas, masalah pimpinan, yang urgent yang mana, yang didahulukan yang mana. Pelan-pelan,” jelasnya.

Febian menambahkan, keputusan pelaksanaan proyek bergantung pada pimpinan dan prioritas kebutuhan yang dianggap paling mendesak. Masyarakat diharapkan bersabar menunggu tindak lanjut, sembari pemerintah menyesuaikan dengan kondisi anggaran yang ada.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....