Seniman Gayo Serukan Pemulihan Berbasis Budaya Pasca Bencana di Takengon

  • 09 Apr 2026 23:42 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon — Seniman Gayo menyerukan agar pemulihan pascabencana hidrometeorologi di Aceh Tengah dilakukan dengan pendekatan budaya lokal, termasuk membangun kembali kawasan terdampak dengan arsitektur khas Gayo serta menghidupkan seni tradisional sebagai bagian dari proses pemulihan sosial masyarakat.

Seruan tersebut disampaikan dalam dialog Obrolan Komunitas dengan tema “Alam dan Seni Gayo” di RRI Takengon, Selasa malam, 7 April 2026, yang menghadirkan seniman Ahrial Hasibuan (Bang Adik) dan Darwin Sopacua. Mereka menilai bencana yang terjadi bukan hanya persoalan alam, tetapi juga momentum untuk kembali pada nilai-nilai kearifan lokal.

Bang Adik menegaskan bahwa kondisi alam yang rusak saat ini merupakan peringatan yang harus direnungkan bersama. Ia menyebut, sejak dulu kesenian Gayo telah memuat pesan menjaga alam melalui lirik dan pertunjukan seperti didong, yang kini relevan untuk kembali dihidupkan.

Selain itu, para seniman juga menyoroti kekhawatiran terhadap semakin menurunnya minat generasi muda terhadap seni tradisional. Masuknya budaya modern tanpa diimbangi pelestarian dinilai berpotensi mengikis identitas budaya Gayo.

Darwin Sopacua mengungkapkan pentingnya menghadirkan kembali seni tradisional di ruang publik agar lebih dekat dengan generasi muda. Ia berharap kesenian lokal tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang mengikuti zaman tanpa kehilangan jati diri.

Dalam diskusi tersebut juga muncul gagasan pembangunan kampung berbasis budaya Gayo di wilayah terdampak bencana. Konsep ini mencakup penggunaan desain rumah tradisional, material lokal, serta penyediaan ruang pertunjukan seni sebagai bagian dari pemulihan ekonomi dan pariwisata.

Para seniman sepakat bahwa seni memiliki peran strategis dalam pemulihan pascabencana, tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media edukasi, refleksi, dan penguatan mental masyarakat.

Mengakhiri dialog, mereka mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama menjaga alam dan melestarikan budaya sebagai warisan berharga.

“Dari bencana ini, kita harus bangkit. Alam dijaga, budaya dihidupkan kembali,” menjadi pesan kuat yang disampaikan kepada masyarakat Gayo dan sekitarnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....