Tantangan Pemenuhan Daging di Kabupaten Bener Meriah

  • 01 Apr 2026 18:26 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Redelong: Kabupaten Bener Meriah memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor peternakan, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan daging. Namun hingga saat ini, potensi tersebut dinilai belum dimanfaatkan secara maksimal, sehingga ketergantungan terhadap pasokan dari luar daerah masih cukup tinggi.

Hal ini disampaikan oleh drh. Juar Mukhlis, M.P, selaku Penyuluh pada Kementerian Pertanian Republik Indonesia, dalam program Suara Nusantara yang disiarkan langsung bersama RRI Rimba Raya pada hari Rabu pukul 15.00 WIB hingga selesai.

Dalam pemaparannya, drh. Juar Mukhlis menjelaskan bahwa secara geografis, kabupaten Bener Meriah memiliki kondisi yang sangat mendukung untuk pengembangan peternakan. Dengan ketinggian wilayah berkisar antara 600 hingga 1.800 meter di atas permukaan laut (MDPL), daerah ini memiliki iklim yang sejuk serta sumber daya alam yang cukup untuk menunjang pertumbuhan ternak, khususnya sapi.

“Potensi wilayah kita sebenarnya sangat besar untuk pengembangan peternakan. Kondisi alamnya sangat mendukung, tinggal bagaimana kita mengoptimalkannya,” ujarnya.

Selain itu, dukungan dari pemerintah juga telah diberikan melalui pengalokasian lahan khusus untuk peternakan. Salah satunya adalah kawasan Peruweren yang difungsikan sebagai padang penggembalaan dengan luas mencapai lebih dari 1.300 hektare. Lahan ini menjadi salah satu aset penting yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan populasi ternak secara signifikan.

Namun demikian, tantangan utama yang dihadapi saat ini adalah masih rendahnya animo dan motivasi masyarakat dalam mengembangkan usaha peternakan. Sebagian besar peternak di Bener Meriah masih menjadikan aktivitas beternak sebagai pekerjaan sampingan, bukan sebagai usaha utama yang dikelola secara serius dan berkelanjutan.

“Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya sektor peternakan masih perlu ditingkatkan. Banyak yang menganggap ini hanya pekerjaan tambahan, padahal jika dikelola dengan baik, hasilnya sangat menjanjikan,” tambahnya.

Akibat dari kondisi tersebut, pasokan daging di Kabupaten Bener Meriah saat ini masih didominasi dari luar daerah. Diperkirakan sekitar 70 persen kebutuhan daging masyarakat dipenuhi melalui distribusi dari wilayah lain.

Situasi ini tentu menjadi perhatian bersama, mengingat potensi daerah yang besar seharusnya mampu menjadikan Bener Meriah sebagai daerah yang mandiri dalam pemenuhan kebutuhan daging, bahkan berpeluang menjadi pemasok bagi daerah lain.

Melalui program Suara Nusantara, diharapkan masyarakat semakin sadar akan peluang besar di sektor peternakan, serta terdorong untuk meningkatkan peran dan partisipasi dalam mengembangkan usaha ternak secara lebih serius.

Dengan sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan masyarakat, bukan tidak mungkin Kabupaten Bener Meriah akan menjadi salah satu sentra peternakan unggulan di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....