Minang Saiyo di Tanoh Gayo: Merawat Tradisi, Menguatkan Silaturahmi
- 31 Mar 2026 19:36 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Semangat kebersamaan dan pelestarian budaya kembali digaungkan dalam Program Ruang Komunitas yang disiarkan langsung oleh Pro 1 RRI Takengon pada Senin, 30 Maret 2026 pukul 20.00 WIB hingga selesai. Mengangkat tema “Minang Saiyo di Tanoh Gayo: Merawat Tradisi, Menguatkan Silaturahmi”, dialog ini menghadirkan Ketua Komunitas Minang Saiyo, Irvan Rasyid, serta Sekretaris, Yusra Hadi, CPM, dengan dipandu oleh host Budi dan didukung oleh operator teknik TMB RRI Takengon.
Dalam dialog tersebut, Irvan Rasyid menjelaskan bahwa Komunitas Minang Saiyo merupakan wadah silaturahmi bagi masyarakat Minangkabau yang telah lama menetap di Tanah Gayo. Bahkan, dirinya menyebutkan bahwa keluarganya sudah lima generasi tinggal di wilayah ini—mulai dari datuk, kakek, ayah, hingga dirinya dan anak-anaknya. Hal ini membuat Tanoh Gayo bukan sekadar tempat tinggal, tetapi telah menjadi tanah air sendiri.
Komunitas Minang Saiyo saat ini memiliki lima cabang ikatan keluarga, yaitu Ikatan Keluarga Padang Pariaman, Ikatan Keluarga Bayur, Ikatan Keluarga Mayur, Ikatan Keluarga Simolandir, dan Ikatan Keluarga Sibiran. Pembagian ini bertujuan untuk memudahkan koordinasi serta penyelesaian berbagai persoalan di tingkat internal komunitas.
“Dengan adanya pembagian ikatan keluarga, setiap persoalan bisa lebih cepat ditangani dan dicarikan solusi secara kekeluargaan,” ujar Irvan.
Dari sisi visi dan misi, komunitas ini tidak menetapkan target yang rumit. Fokus utamanya adalah menyelaraskan program kerja di lingkup internal agar tetap berjalan harmonis. Sementara untuk faktor eksternal, komunitas berupaya menjalin kerja sama yang baik dengan pemerintah daerah, mengingat sebagian besar anggotanya berprofesi sebagai pedagang.
Komunitas Minang Saiyo juga menegaskan sikapnya yang netral dalam urusan politik. Secara organisasi, mereka tidak terlibat dalam kegiatan politik praktis. Namun, secara individu, setiap anggota diberikan kebebasan untuk menentukan pilihan politik masing-masing.
Dalam kesempatan tersebut, Irvan dan Yusra juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah setempat yang telah banyak membantu komunitas, khususnya dalam penyediaan dan pengalokasian tempat berdagang bagi para anggota. Dukungan ini dinilai sangat membantu keberlangsungan ekonomi masyarakat Minang di Tanoh Gayo.
Selain itu, kegiatan sosial dan keagamaan menjadi bagian penting dalam menjaga kekompakan komunitas. Pengajian dan arisan rutin dilaksanakan di masing-masing ikatan keluarga, sementara komunitas berperan sebagai pengawas dan jembatan agar seluruh kegiatan berjalan dengan baik di tingkat bawah.
Ada empat kegiatan utama yang senantiasa menjadi perhatian dan pengawasan komunitas, yaitu pesta perkawinan, peristiwa kematian, pelaksanaan kurban pada Idul Adha, serta penyelesaian permasalahan hukum. Hal ini menunjukkan bahwa komunitas tidak hanya berfungsi sebagai wadah silaturahmi, tetapi juga sebagai sistem sosial yang saling menguatkan.
Melalui dialog ini, tergambar jelas bahwa keberadaan Komunitas Minang Saiyo di Tanoh Gayo bukan hanya sekadar mempertahankan identitas budaya, tetapi juga menjadi kekuatan dalam membangun solidaritas, mempererat ukhuwah, serta berkontribusi positif bagi masyarakat sekitar.
Dengan semangat “Saiyo Sakato”, kebersamaan yang terjalin diharapkan terus terjaga, sehingga tradisi tetap lestari dan silaturahmi semakin kuat di tengah keberagaman budaya yang ada di Tanah Gayo.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....