Ramadhan sebagai Momentum Perubahan Hidup

  • 05 Mar 2026 21:59 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Radio Republik Indonesia melalui RRI Takengon kembali menghadirkan program Ceramah Ramadhan yang disiarkan melalui Pro 1 RRI Takengon. Ceramah yang berlangsung pada Rabu, 4 Maret 2026 pukul 18.30 WIB tersebut mengangkat tema “Ramadhan sebagai Momentum Perubahan Hidup”. Ceramah ini menghadirkan narasumber Ahmad Sudiyanto, sementara tilawah Al-Qur’an dibawakan oleh Mukhlisin dengan pembacaan ayat suci dari Al-Qur'an surat Surah Ali Imran Ayat 192.

Dalam ceramahnya, Ahmad Sudiyanto mengawali dengan mengingatkan umat Islam tentang kewajiban berpuasa sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah Ayat 183 yang menjelaskan bahwa puasa diwajibkan bagi orang-orang beriman sebagaimana telah diwajibkan kepada umat terdahulu agar manusia menjadi pribadi yang bertakwa. Ia mengajak umat Islam untuk memuliakan bulan Ramadhan dengan melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya. Menurutnya, kemuliaan Ramadhan tidak akan berkurang meskipun manusia tidak memuliakannya. Justru manusialah yang membutuhkan kemuliaan Ramadhan agar kehidupan menjadi lebih baik dan lebih bermakna.

“Ramadhan akan tetap mulia sepanjang masa hingga hari kiamat. Kitalah manusia yang membutuhkan kemuliaan Ramadhan itu agar kita menjadi manusia yang mulia,” ujarnya dalam ceramah tersebut.

Lebih lanjut, ia mengutip hadis Rasulullah yang diriwayatkan oleh At-Tabrani yang menjelaskan bahwa umat Nabi Muhammad tidak akan terhina selama mereka menjaga dan menegakkan nilai-nilai Ramadhan. Namun, kemuliaan itu dapat tercemar apabila manusia melakukan perbuatan yang diharamkan seperti zina dan meminum khamar.

Menurutnya, dua perbuatan tersebut memiliki dampak besar dalam kehidupan manusia. Zina dapat merusak tatanan keluarga, menghancurkan nasab, serta menghilangkan tanggung jawab dalam pernikahan yang sah. Sementara khamar atau minuman memabukkan dapat merusak akal dan moral manusia. Larangan terhadap khamar juga ditegaskan dalam Surah Al-Maidah Ayat 90 yang menyebutkan bahwa khamar, perjudian, berhala, dan praktik mengundi nasib termasuk perbuatan keji yang harus dijauhi oleh orang-orang beriman.

Dalam kesempatan tersebut, Ahmad Sudiyanto juga mengingatkan pentingnya memperhatikan kehalalan makanan dan minuman yang dikonsumsi, terutama selama bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa makanan dan minuman haram dapat terjadi karena zatnya yang memang dilarang, atau karena cara mendapatkannya yang tidak sesuai syariat seperti melalui riba, perjudian, korupsi, atau penipuan.

“Puasa bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi proses memperbaiki kehidupan melalui konsumsi makanan yang halal, minuman yang halal, serta hubungan keluarga yang halal dan diridai Allah,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa umat Islam harus menjadikan Ramadhan sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas hidup, memperbaiki cara memperoleh rezeki, serta menjaga hubungan keluarga sesuai dengan tuntunan syariat. Ceramah Ramadhan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bagi masyarakat untuk menjadikan bulan suci sebagai sarana meningkatkan ketakwaan, memperbaiki diri, serta membangun kehidupan yang lebih berkah. Di akhir ceramahnya, Ahmad Sudiyanto berharap agar umat Islam dapat memanfaatkan Ramadhan dengan sebaik-baiknya sehingga ibadah puasa benar-benar membawa perubahan positif dalam kehidupan.

“Semoga Allah membuka pintu hati kita, meluaskan ilmu kita, dan menjadikan puasa sebagai jalan untuk memperbaiki kehidupan,” tutupnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....