Kanji Rumbi Aceh Sajian Ikonik Buka Puasa

  • 04 Mar 2026 17:26 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Bubur Kanji Rumbi merupakan kuliner tradisional khas Aceh yang juga sangat lekat dengan masyarakat Gayo. Menu ini menjadi sajian spesial dan paling dinanti saat berbuka puasa di bulan Ramadan. Kehadirannya bukan sekadar makanan pembuka, tetapi juga simbol kebersamaan dan tradisi yang diwariskan turun-temurun.

Di berbagai daerah di Aceh, Kanji Rumbi hampir selalu hadir di masjid-masjid sebagai hidangan berbuka puasa bersama. Proses memasaknya dilakukan secara gotong royong oleh masyarakat setempat, mulai siang hari hingga menjelang waktu magrib. Kebersamaan inilah yang menjadikan Kanji Rumbi tidak hanya lezat, tetapi juga sarat nilai sosial dan kekeluargaan.

Kaya Rempah dan Penuh Gizi

Ciri khas utama Kanji Rumbi terletak pada racikan rempah-rempahnya yang kaya. Jahe, serai, kunyit, kayu manis, hingga kapulaga berpadu menghasilkan aroma harum yang begitu menggugah selera. Sekilas tampilannya mirip bubur ayam, namun cita rasanya jauh lebih kompleks dan hangat di tubuh.

Bahan utamanya terdiri dari beras bermutu yang dimasak hingga kental, dipadukan dengan suwiran ayam, udang, serta tulang sapi atau lembu untuk menghasilkan kaldu gurih yang kuat. Perpaduan ini menghadirkan tekstur lembut sekaligus rasa hangat yang menenangkan setelah seharian berpuasa.

Aromanya bahkan sering disebut memiliki sentuhan khas ala Hindustani atau India-Pakistan, berkat dominasi rempah-rempah pilihan yang digunakan dalam proses memasaknya.

Tradisi Gotong Royong di Masjid

Memasak Kanji Rumbi bukan perkara singkat. Prosesnya bisa memakan waktu tiga hingga empat jam, dimulai sejak siang hari. Warga berkumpul, membagi tugas, mengaduk bubur dalam kuali besar, hingga memastikan rasa dan kekentalannya pas sebelum dibagikan.

Di sejumlah masjid besar, seperti Masjid Agung Islamic Center Lhokseumawe, Kanji Rumbi dibagikan secara gratis kepada ribuan jamaah. Tradisi ini mempererat silaturahmi serta menjadi wujud kepedulian sosial antarwarga.

Di beberapa wilayah, sajian ini juga dikenal dengan sebutan Ie Bu Pedah, meski secara umum masyarakat lebih mengenalnya sebagai Kanji Rumbi.

Sajian Ikonik Ramadan Aceh

Masyarakat Gayo sendiri memiliki beragam kuliner khas lainnya seperti Masam Jing, yakni ikan kuah asam pedas, serta Pengat Depik yang berbahan dasar ikan depik. Namun khusus untuk menu buka puasa bersama di masjid, Kanji Rumbi tetap menjadi sajian paling ikonik dan paling dirindukan.

Lebih dari sekadar makanan, Kanji Rumbi adalah simbol ketahanan, kebersamaan, dan kearifan lokal masyarakat Aceh dalam menyambut bulan suci. Hangatnya kuah dan kayanya rempah seolah menjadi penguat stamina sekaligus pengikat rasa persaudaraan di tengah suasana Ramadan yang penuh berkah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....