Tiga Saringan sebelum Berbicara: Kebenaran, Kebaikan, dan Manfaat

  • 24 Feb 2026 20:56 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Memasuki hari kelima Ramadan 1447 H, Radio Republik Indonesia (RRI) Takengon melalui Pro 1 FM 93,0 MHz kembali menghadirkan program Ceramah Ramadan menjelang berbuka puasa. Mengangkat tema “Menjaga Lisan, Menjaga Kehormatan”, tausiyah ini disampaikan oleh Dr. Johansyah dari Dinas Syariat Islam Aceh Tengah.

Dalam pembukaannya, penceramah mengajak seluruh pendengar untuk senantiasa memanjatkan puji dan syukur kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala serta berselawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai teladan sepanjang zaman. Ia menegaskan bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi momentum peningkatan kualitas diri dari seorang mukmin menuju derajat muttaqin.

“Tujuan puasa adalah peningkatan kualitas diri. Puasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum, tetapi juga mengendalikan hati, pikiran, dan hawa nafsu,” ujarnya.

Lebih lanjut disampaikan, ada dua hal penting yang harus dijaga agar puasa bernilai di sisi Allah SWT, yakni menjaga lisan dan menjaga kehormatan diri. Ia mengutip hadis Rasulullah SAW: “Siapa yang dapat menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya dan di antara dua kakinya, maka aku jamin baginya surga.” Hadis ini menegaskan pentingnya mengontrol ucapan dan menjaga diri dari perbuatan maksiat.

Dalam ceramahnya, ia juga mengangkat kisah filsuf Yunani, Socrates, tentang tiga saringan sebelum berbicara: kebenaran, kebaikan, dan manfaat. Pesan ini relevan di era digital saat ini, di mana lisan tak lagi hanya berupa ucapan, tetapi juga jari-jemari yang aktif menulis komentar di media sosial.

“Di era digital, kita harus berhati-hati. Jangan sampai jemari kita menuliskan sesuatu yang tidak benar, tidak baik, dan tidak bermanfaat,” tegasnya.

Selain menjaga ucapan, penceramah juga mengingatkan pentingnya menjaga kehormatan diri, terutama dari konten-konten negatif di media sosial yang dapat menyeret pada kemaksiatan. Ia menekankan bahwa jika seseorang berpuasa tetapi masih melakukan maksiat, maka yang didapatkan hanya lapar dan dahaga tanpa pahala.

Melalui program Ceramah Ramadan ini, RRI Takengon mengajak masyarakat memanfaatkan bulan suci sebagai momentum perubahan karakter menuju pribadi yang lebih baik. Ramadan diharapkan menjadi sarana pembentukan akhlak, penguatan iman, dan peningkatan kualitas diri secara menyeluruh.

“Manfaatkan Ramadan sebaik-baiknya agar puasa benar-benar berdampak pada perubahan diri kita,” tutupnya.

Program ini dapat disimak secara langsung melalui Pro 1 RRI Takengon dan platform digital RRI, sebagai bagian dari komitmen RRI menghadirkan siaran yang menyejukkan dan edukatif bagi masyarakat selama bulan suci Ramadan.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....