Mohon Kekuatan dalam Do'a di Ramadhan ke 4
- 22 Feb 2026 09:02 WIB
- Takengon
RRI.Co.ID, Takengon: Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga. Ia adalah bulan pendidikan jiwa—ruang latihan untuk memperkuat ketaatan, membersihkan hati, serta memperdalam hubungan dengan Allah SWT. Setiap detik di dalamnya adalah kesempatan memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta.
Salah satu amalan yang dianjurkan selama Ramadhan adalah memperbanyak doa. Doa bukan hanya rangkaian kata, tetapi wujud penghambaan dan pengakuan bahwa manusia senantiasa membutuhkan pertolongan-Nya. Melalui doa, seorang hamba memohon kekuatan agar mampu menjalankan ibadah dengan ikhlas dan istiqamah.
Memasuki hari ke-4 Ramadhan, terdapat doa yang sarat makna dan pengharapan:
Doa Ramadhan Hari ke-4
اللَّهُمَّ قَوْنِي فِيْهِ عَلَى إِقَامَةِ أَمْرِكَ، وَاذِقْنِي فِيهِ حَلَاوَةَ ذِكْرِكَ، وَأَوْزِعْنِي فِيهِ لَإِدَاءِ شُكْرِكَ بِكَرَمِكَ. وَاحْفَظْنِي فِيْهِ بِحِفْظِكَ وَسَتْرِكَ، يَا أَبْصَرَ النَّاظِرِينَ
Arab Latin:
Allahumma qawwinî fihi 'alâ iqâmati amrika, wa adziqnî fihi halawata dzikrika, wa awzi'nî fihi liadâi syukrika bikaramika, wahfazhni fihi bihifzhika wa satrika, yâ Absharan nâzhirîn.
Artinya:
“Ya Allah, berilah daku kekuatan untuk melaksanakan perintah-Mu di dalamnya. Berikan kepadaku di dalamnya kelezatan berzikir kepada-Mu. Bantulah aku di dalamnya untuk bersyukur kepada-Mu dengan kemuliaan-Mu. Lindungilah daku di dalamnya dengan penjagaan-Mu dan perlindungan-Mu, wahai Yang Maha Pengasih dari segala yang mengasihi.”
Doa ini mengajarkan beberapa nilai penting.
Pertama, memohon kekuatan dalam menjalankan perintah Allah. Ibadah bukan hanya tentang kemampuan fisik, tetapi juga keteguhan hati. Puasa, shalat, membaca Al-Qur’an, dan amal kebaikan lainnya membutuhkan kesungguhan serta konsistensi.
Kedua, memohon agar dapat merasakan manisnya zikir. Tidak semua orang mampu menikmati ibadah. Ada yang menjalankannya sebagai rutinitas, ada pula yang merasakan ketenangan dan kebahagiaan batin. Manisnya zikir adalah anugerah—ketika hati terasa damai saat menyebut nama Allah.
Ketiga, memohon pertolongan untuk bersyukur dengan sebenar-benarnya syukur. Ramadhan adalah nikmat besar. Masih diberi usia, kesehatan, dan kesempatan beribadah merupakan karunia yang patut disyukuri dengan amal nyata.
| Baca juga: Tips Menjaga Hati di Bulan Ramadhan |
Keempat, memohon perlindungan Allah. Di tengah upaya meningkatkan ibadah, manusia tetap rentan terhadap godaan dan kelalaian. Karena itu, perlindungan-Nya menjadi benteng utama agar ibadah tetap terjaga hingga akhir Ramadhan.
Ramadhan sejatinya adalah perjalanan hati. Ia mengajarkan bahwa ibadah bukan sekadar kewajiban, tetapi kebutuhan ruhani. Dengan doa dan kesungguhan, setiap hari di bulan suci ini dapat menjadi langkah kecil menuju pribadi yang lebih taat, lebih bersyukur, dan lebih dekat kepada Allah SWT.
Semoga di hari ke-4 ini, kita semua diberi kekuatan untuk terus memperbaiki diri dan menjadikan Ramadhan sebagai momentum perubahan yang nyata dan berkelanjutan
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....