MPU Aceh Tengah Imbau Masyarakat Bijak Sikapi Perbedaan Awal Ramadan

  • 17 Feb 2026 17:38 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Tengah, Tgk. Amri Jalaluddin, melalui Ketua Komisi C Bidang Dakwah, Tgk. Saidi Bentara, mengingatkan masyarakat agar tetap bijak menyikapi adanya perbedaan penetapan awal Ramadan antara Muhammadiyah dan Pemerintah.

Ia menekankan, perbedaan dalam penetapan awal Ramadan bukanlah hal baru dan seharusnya tidak menjadi sumber perpecahan. Sebaliknya, momentum Ramadan diharapkan dapat memperkuat persaudaraan, menjaga kerukunan, serta meningkatkan kualitas ibadah umat Islam.

“Harapan kita ke masyarakat bijak, perbedaan itu biasa, jangan gara-gara itu menimbulkan hal tidak diinginkan,” ujarnya kepada RRI, Selasa 17 Februari 2026.

MPU Aceh Tengah mengajak masyarakat untuk menjadikan bulan suci ini sebagai ruang mempererat silaturahmi dan memperkokoh nilai kebersamaan, meski terdapat perbedaan dalam penentuan awal pelaksanaan puasa.

Muhammadiyah menetapkan awal Ramadan 1447 Hijriah jatuh pada Rabu, 18 Februari 2026. Dengan demikian, umat Muhammadiyah, termasuk di kabupaten Aceh Tengah melaksanakan shalat tarawih perdana pada malam ini, Selasa 17 Februari 2026.

Ketua Muhammadiyah Aceh Tengah, Arifin, menyampaikan, Muhammadiyah resmi menetapkan awal Ramadan, Syawal, dan Zulhijah 1447 Hijriah berdasarkan hasil hisab Majelis Tarjih dan Tajdid dengan prinsip Kalender Hijriah Global Tunggal. Keputusan ini ditanfidzkan melalui Maklumat Nomor 2/MLM/I.0/E/2025.

“Insyaallah besok Rabu sudah masuk 1 Ramadhan 1447 H. Malam ini mulai Shalat Tarawih.” Katanya dan menegaskan kesiapan warga Muhammadiyah di daerah untuk menyambut bulan suci dengan penuh semangat ibadah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....