Sejarah Berlanjut, Juara Piala Dunia 2026 Kembali Lahir dari Tangan Pelatih Lokal

  • 17 Jul 2026 07:29 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID,Takengon - Piala Dunia 2026 kembali menegaskan sebuah fakta menarik, dimana hal tersebut dipastikan kembali berlanjut dan menjadi catatan sejarah sepak bola dunia.

Fakta itu adalah negara yang menjadi juara Piala Dunia, selalu ditangani oleh pelatih yang memiliki kebangsaan sama dengan negara yang dilatihnya atau pelatih lokal.

Pada final Piala Dunia 2026 ini, akan mempertemukan Spanyol dan Argentina. Spanyol kini dipimpin Luis de la Fuente, sementara Argentina ditangani Lionel Scaloni.

Artinya, siapa pun yang nantinya berhasil keluar menjadi juara akan kembali memperpanjang tradisi mengangkat tropi, dengan pelatih lokal di ajang tertinggi sepak bola dunia.

Sejak Piala Dunia pertama digelar pada 1930 lalu, seluruh negara yang berhasil mengangkat trofi selalu diarsiteki oleh pelatih dari negaranya sendiri.

Uruguay, Italia, Jerman, Brasil, Argentina, Prancis, hingga Spanyol pada 2010 semuanya dilatih oleh pelatih lokal.

Dalam era modern, tradisi itu tetap bertahan. Prancis juara pada 2018 bersama Didier Deschamps, lalu Argentina meraih gelar 2022 di bawah asuhan Lionel Scaloni.

Kini, final 2026 akan kembali menghadirkan Dua pelatih lokal, untuk memperebutkan trofi emas karya pemahat asal Italia, Silvio Gazzaniga.

Fakta tersebut memunculkan pertanyaan besar. Akankah negara-negara peserta Piala Dunia berikutnya lebih memilih pelatih lokal jika ingin menjadi juara?

Sejumlah pengamat menilai keberhasilan pelatih lokal bukan sekadar kebetulan. Mereka lebih memahami budaya sepak bola setempat dan karakter pemain.

Namun, bukan berarti pelatih asing tidak mampu membawa tim melangkah jauh. Banyak negara pernah mencapai semifinal bahkan final bersama pelatih asing.

Akan tetapi, hingga kini belum ada satu pun negara yang berhasil menjadi juara dunia dengan pelatih dari luar negaranya.

Dengan bertahannya tradisi ini, kemungkinan besar perdebatan mengenai pentingnya pelatih lokal akan semakin menguat menjelang edisi berikutnya.

Federasi sepak bola di dunia bisa saja mempertimbangkan, bahwa untuk meraih trofi, pelatih lokal masih menjadi pilihan yang telah terbukti dalam catatan sejarah.

Final Spanyol kontra Argentina pun bukan hanya duel Dua tim besar, melainkan juga lanjutan dari tradisi panjang, bahwa juara dunia selalu lahir dari tangan pelatih lokal.(FJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....