PSSI Aceh Tengah Siapkan Kebangkitan Sepak Bola Daerah jelang Piala Dunia 2026

  • 17 Mei 2026 06:16 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon — Momentum euforia Piala Dunia 2026 dimanfaatkan PSSI Aceh Tengah untuk membangkitkan kembali sepak bola daerah melalui pembinaan pemain muda, peningkatan kualitas pelatih, hingga persiapan menghadapi PORA 2030. Hal tersebut disampaikan Ketua PSSI Aceh Tengah, Edwin Saputra, dalam dialog interaktif Pesta Bola Dunia melalui sambungan telepon di Pro 1 RRI Takengon FM 93,0 MHz, Sabtu 16 Mei 2026.

Edwin mengatakan, tantangan terbesar sepak bola Aceh Tengah saat ini adalah minimnya pelatih bersertifikat. Padahal regulasi terbaru mewajibkan seluruh pelatih yang terlibat dalam kompetisi seperti tarkam, Liga 4, dan Suratin memiliki lisensi resmi. Kondisi tersebut membuat sejumlah agenda pembinaan dan kompetisi daerah berpotensi vakum apabila tidak segera ditangani.

Untuk mengatasi persoalan itu, PSSI Aceh Tengah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah dan Dinas Pemuda dan Olahraga guna mengadakan program kursus lisensi pelatih. Program tersebut diharapkan mampu melahirkan pelatih lokal berkualitas sekaligus menghidupkan kembali aktivitas sepak bola di berbagai kecamatan.

Selain pembinaan pelatih, PSSI Aceh Tengah juga mulai mempersiapkan pembinaan jangka panjang menuju PORA 2030. Aceh Tengah bersama Bener Meriah direncanakan menjadi tuan rumah, sehingga pembinaan pemain usia dini mulai diprioritaskan sejak sekarang, khususnya generasi kelahiran 2013 dan 2014.

Menurut Edwin, potensi pemain muda Aceh Tengah sebenarnya cukup besar. Namun minimnya kompetisi dan fasilitas membuat pengembangan bakat sepak bola belum maksimal. Untuk menjaring bibit pemain potensial, PSSI Aceh Tengah telah membentuk kepengurusan di 14 kecamatan yang nantinya berperan mencari dan mengirimkan atlet muda terbaik dari masing-masing wilayah.

Dalam dialog yang dipandu Nur Hasanah tersebut, Edwin juga menyoroti kondisi fasilitas lapangan sepak bola di Aceh Tengah yang dinilai masih tertinggal dibanding beberapa daerah lain di Aceh. Meski demikian, ia mengapresiasi dukungan pemerintah daerah yang mulai melakukan pembenahan fasilitas stadion dan sarana olahraga secara bertahap.

Tak hanya membahas pembinaan sepak bola daerah, program Pesta Bola Dunia juga menghadirkan semangat menyambut Piala Dunia 2026 yang disambut antusias masyarakat. Edwin menyebut tradisi nonton bareng diperkirakan kembali ramai digelar di berbagai tempat di Aceh Tengah dan diharapkan tetap berlangsung dengan tertib serta menjunjung sportivitas.

Ia berharap momentum pesta sepak bola dunia dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda Aceh Tengah untuk terus bermimpi dan berprestasi di bidang olahraga. Menurutnya, bukan tidak mungkin suatu saat lahir pemain profesional asal Dataran Tinggi Gayo yang mampu tampil di level nasional hingga internasional.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....