Piala Dunia 2026 Picu Semangat Pembinaan Sepak Bola Usia Dini di Takengon
- 12 Mei 2026 07:08 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon — Piala Dunia 2026 dinilai bukan hanya menjadi ajang pertandingan sepak bola terbesar di dunia, tetapi juga momentum penting untuk membangkitkan pembinaan atlet muda dan pembangunan olahraga di daerah. Hal itu disampaikan Founder Takengon United Football Academy, Bardan Sahidi, dalam program Deep Talk “Piala Dunia di Mata Para Tokoh” bersama Pro 1 RRI Takengon, Senin sore, 11 Mei 2026.
Menurut Bardan, kemeriahan Piala Dunia selalu mampu menyatukan perhatian masyarakat dunia, termasuk di Aceh Tengah. Bahkan, euforia pesta bola sudah terasa jauh sebelum turnamen dimulai.
“Piala Dunia itu ditunggu miliaran pasang mata. Bukan hanya soal pertandingan, tapi juga bagaimana negara-negara menyiapkan generasi mudanya melalui pembinaan sepak bola sejak dini,” ujar Bardan.
Ia menilai sepak bola modern saat ini tidak lagi hanya mengandalkan bakat, melainkan proses pembinaan yang panjang, disiplin, dan terstruktur. Kehadiran pemain muda dunia seperti Lamine Yamal menjadi bukti pentingnya pembinaan usia dini.
Dalam dialog yang dipandu penyiar Nur Hasanah itu, Bardan juga menyoroti tingginya antusiasme masyarakat Takengon terhadap sepak bola. Ia menyebut warung kopi, penjualan jersey, hingga obrolan di komunitas menjadi tanda bahwa sepak bola memiliki daya tarik besar di tengah masyarakat.
“Anak-anak sekarang sore sudah menyiapkan sepatu bola, jersey, bawa tumbler, lalu latihan ke lapangan. Itu pemandangan yang sangat bagus karena olahraga membentuk disiplin dan karakter mereka,” katanya.
Meski demikian, ia mengakui pembinaan sepak bola di daerah masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan pelatih berlisensi, minimnya lapangan standar, hingga kurangnya infrastruktur olahraga yang memadai. Bardan berharap pemerintah daerah dapat memberi perhatian lebih terhadap pembangunan fasilitas olahraga, sebab menurutnya olahraga juga menjadi indikator kemajuan sebuah daerah.
“Daerah yang maju itu salah satunya terlihat dari olahraga dan ruang publiknya. Stadion, lapangan, dan fasilitas latihan harus menjadi perhatian,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan orang tua terhadap anak-anak yang menekuni sepak bola. Menurutnya, keterlibatan orang tua sangat penting dalam menjaga semangat dan perkembangan bakat anak. Menutup dialog, Bardan optimistis suatu saat akan lahir pemain sepak bola asal Takengon yang mampu tampil di level nasional bahkan internasional.
“Saya yakin semua anak punya potensi. Tinggal bagaimana diberikan sentuhan, fasilitas, pelatih, dan kompetisi yang baik,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....