Ketua KONI Pusat Dorong Pacuan Kuda di Gayo Naik Kelas
- 30 Agt 2026 20:44 WIB
- Takengon
Poin Utama
- Letjen TNI (Purn) Marciano Norman selaku Ketua Umum KONI Pusat secara resmi menutup Pacuan Kuda Gayo pada hari Minggu 30 Agustus 2026 di Arena HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah.
- Pacuan kuda berlangsung selama tujuh hari, dari Senin 24 Agustus hingga Minggu 30 Agustus 2026, dengan melibatkan 204 ekor kuda yang berasal dari tiga kabupaten di Aceh Tengah.
- Peserta pacuan kuda berasal dari Aceh Tengah sebagai tuan rumah, Bener Meriah, dan Gayo Lues, menunjukkan partisipasi lintas kabupaten dalam pelestarian olahraga tradisional Aceh.
RRI.CO.ID,Takengon - Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman menghadiri sekaligus menutup secara resmi Pacuan Kuda Gayo di Arena HM Hasan Gayo, Belang Bebangka, Pegasing, Aceh Tengah, Minggu 30 Agustus 2026.
Pacuan kuda telah berlangsung sejak Senin 24 Agustus 2026 lalu, dengan diikuti sebanyak 204 ekor kuda dari Tiga kabupaten di wilayah tengah Aceh, meliputi Aceh Tengah sebagai tuan rumah, Bener Meriah dan Gayo Lues.
Marciano berharap ajang ini menjadi momentum untuk membangkitkan semangat masyarakat di dataran tinggi Tanoh Gayo, sekaligus mendukung pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda wilayah itu beberapa bulan lalu.
Dirinya juga menilai Aceh Tengah layak kembali menggelar kejuaraan berkuda tingkat nasional. Hal ini didukung kondisi Arena HM Hasan Gayo yang representatif setelah digunakan untuk PON 2024, serta tingginya antusiasme penonton.
"Ini adalah salah satu lapangan pacuan kuda terbaik di Indonesia. Jadi, saya mohon Pak Bupati dan Forkopimda bersama Gubernur Aceh dapat memberikan perhatian kepada lapangan ini," kata Marciano.
Menurutnya, arena pacuan kuda itu hanya membutuhkan sedikit penyempurnaan agar semakin ideal untuk dikembangkan dan menjadi lokasi berbagai event berkuda.
"Mungkin hanya penyempurnaan sedikit, lapangan ini sudah ideal untuk kita kembangkan lebih baik lagi. Sehingga ke depan, selain saat HUT RI dan HUT Aceh Tengah, bisa ada event lainnya yang digelar di sini," tambahnya.
Sementara itu Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga mengatakan pacuan kuda bukan sekadar perlombaan, tetapi merupakan tradisi yang telah mengakar dalam kehidupan masyarakat Gayo sejak lama.
Pacuan kuda juga menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi dan memperkuat kebersamaan. Selain menjaga tradisi, kegiatan ini diharapkan dapat mendorong perkembangan olahraga berkuda agar mampu melahirkan prestasi.
"Pacuan kuda merupakan salah satu tradisi yang telah melekat dalam kehidupan masyarakat Gayo dan menjadi kekayaan budaya di daerah," jelas Haili
Pacuan Kuda Gayo sendiri digelar oleh Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.(FJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....