Update Terbar: BMKG Pantau Sebaran Debu Vulkanik Gunung Anak Krakatau

  • 08 Sep 2026 20:41 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Redelong : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memantau perkembangan sebaran debu vulkanik akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau (GAK). Berdasarkan pemantauan terbaru pada Selasa, 8 September 2026, sebaran abu vulkanik terpantau hingga ketinggian sekitar 7.000 kaki atau 2,13 kilometer di atmosfer.

Sebaran debu vulkanik tersebut terpantau bergerak mengikuti pola angin dan mencakup sejumlah wilayah di sekitar Selat Sunda, termasuk sebagian Banten, bagian barat daya Jawa Barat, Lampung bagian selatan, serta wilayah Samudera Hindia di sebelah barat daya Banten.

BMKG menyatakan pemantauan terhadap pergerakan abu vulkanik terus dilakukan secara intensif dengan memanfaatkan data satelit, pengamatan meteorologi penerbangan, serta pemantauan langsung di lapangan. Pada pemantauan 8 September pukul 09.00 WIB, BMKG mencatat abu vulkanik secara umum berada hingga ketinggian 7.000 kaki dan bergerak ke arah selatan-barat daya.

Kondisi ini menjadi perhatian karena sebaran abu vulkanik dapat berdampak terhadap aktivitas masyarakat maupun keselamatan penerbangan. BMKG juga terus melakukan pemantauan untuk memastikan perkembangan kondisi atmosfer dan pergerakan abu dapat segera diketahui.

Sementara itu, masyarakat, khususnya yang berada di sekitar pesisir Selat Sunda dan wilayah yang berpotensi terdampak, diimbau untuk tetap tenang dan tidak panik. Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan serta mengikuti perkembangan informasi dari sumber resmi.

BMKG juga mengingatkan masyarakat di wilayah yang terdampak abu vulkanik untuk membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi lingkungan mulai terpapar abu. Jika harus beraktivitas di luar, penggunaan masker dan pelindung mata dapat membantu mengurangi paparan abu vulkanik.

Selain BMKG, masyarakat diharapkan mengikuti informasi dan arahan resmi dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG)/Badan Geologi serta pemerintah daerah setempat.

Yang terpenting, masyarakat tidak perlu menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Setiap perkembangan situasi hendaknya merujuk kepada informasi resmi agar tidak menimbulkan kepanikan.

Waspada bukan berarti panik. Tetap tenang, kenali kondisi di sekitar, ikuti informasi resmi, dan utamakan keselamatan diri serta keluarga.

BMKG memastikan pemantauan terhadap sebaran abu vulkanik Gunung Anak Krakatau terus dilakukan secara berkelanjutan untuk mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas transportasi, khususnya penerbangan. Pada 8 September, BMKG juga melaporkan hasil pemantauan lapangan menunjukkan sejumlah bandar udara telah dinyatakan aman dari paparan abu vulkanik dan kembali beroperasi.

Sumber: BMKG, pembaruan 8 September 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....