Kemenag Siapkan Standar Kompetensi Marbot

  • 25 Nov 2025 06:30 WIB
  •  Takengon

KBRN, Jakarta: Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah (Urais Binsyar), Arsad Hidayat, mengungkapkan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan rancangan standar kompetensi marbot masjid. Pernyataan itu ia sampaikan saat membuka Temu Nasional Marbot Masjid Indonesia di Jakarta, Senin (24/11/2024).

Acara ini menghadirkan 34 marbot dari berbagai daerah. Arsad menjelaskan, standar ini dirancang agar marbot tidak hanya bertugas menjaga kebersihan masjid, tetapi juga memiliki kompetensi ibadah, fikih, operasional teknologi masjid, manajerial, serta kemampuan sosial dan digital.

“Ke depan, marbot bukan sekadar pembersih masjid. Marbot harus mampu menjadi badal imam dan badal khatib ketika diperlukan. Itu artinya kompetensi ibadah, bacaan Al-Qur’an, dan pengetahuan mereka harus teruji,” ujarnya.

Arsad menekankan pentingnya kompetensi fikih, terutama terkait taharah dan penanganan najis. Hal ini, katanya, menjadi dasar utama agar masjid selalu layak digunakan untuk ibadah.

Ia juga mengungkapkan perlunya kemampuan operasional, termasuk memahami sistem pengeras suara, listrik, lampu, hingga perangkat CCTV. “Kalau lampu mati, kalau toa mendengung, kalau equalizer bermasalah—yang pertama dicari itu marbot,” tegasnya.

Selain itu, kompetensi manajerial juga menjadi tuntutan. Marbot perlu mampu mencatat pengeluaran, melaporkan kerusakan fasilitas, hingga mengorganisir kebutuhan masjid. “Jangan beranggapan marbot tidak butuh kemampuan administrasi. Marbot harus bisa mencatat, mengelola, dan melaporkan kebutuhan masjid,” ujarnya.

Arsad juga menekankan pentingnya sikap ramah karena marbot adalah orang pertama yang ditemui pengunjung. “Marbot harus punya 3S: senyum, salam, sapa. Jangan sampai orang datang disambut dengan wajah cuek atau nada tinggi,” pesannya.

Ia bahkan mendorong marbot untuk aktif menggunakan media sosial seperti WhatsApp, Facebook, Instagram, dan TikTok untuk mempromosikan kegiatan masjid. “Kegiatan masjid, termasuk program sosial, harus bisa dipublikasikan. Ini era digital. Marbot juga harus bisa memperkenalkan masjidnya kepada masyarakat,” ujarnya.

Arsad berharap melalui Temu Nasional ini marbot dapat pulang membawa empat dimensi kompetensi secara utuh: ubudiyah, operasional, manajerial, serta sosial-digital. “Mari kita bangun marbot profesional yang menjadi kebanggaan umat,” tutupnya. (Sumber: Kemenag RI)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....