Minuman Sangat Panas Tingkatkan Risiko Kanker Kerongkongan

  • 13 Sep 2026 11:29 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Menikmati teh atau kopi panas menjadi kebiasaan banyak orang. Namun, penelitian terbaru dari University of Oxford menunjukkan, mengonsumsi minuman dalam suhu yang sangat panas secara rutin dapat meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Penelitian yang melibatkan hampir satu juta orang tersebut disebut sebagai penelitian terbesar hingga saat ini yang mengkaji hubungan antara suhu minuman dan risiko kanker kerongkongan.

Suhu di Atas 65 Derajat Celsius

Penelitian yang diterbitkan dalam International Journal of Cancer mendefinisikan minuman bersuhu 65 derajat Celsius atau lebih sebagai “sangat panas”. Orang yang terbiasa mengonsumsi minuman dalam kondisi tersebut memiliki risiko sekitar tiga kali lebih tinggi mengalami kanker kerongkongan dibandingkan mereka yang mengonsumsi minuman dalam kondisi hangat.

Peneliti menjelaskan, cairan yang sangat panas dapat merusak lapisan sel pada kerongkongan ketika melewati saluran menuju lambung.

Enam Gelas atau Lebih Per Hari

Temuan tersebut diperoleh setelah peneliti menganalisis data 977.282 pria dan wanita paruh baya, dilansir dari BBC, Rabu (9/9/2026). Selain suhu, jumlah konsumsi juga menjadi perhatian. Mengonsumsi enam gelas atau lebih minuman panas setiap hari berkaitan dengan peningkatan risiko kanker kerongkongan.

Menambahkan susu memang dapat sedikit menurunkan suhu teh atau kopi. Namun, minuman tersebut tetap bisa terlalu panas jika langsung dikonsumsi setelah diseduh.

Air yang baru mendidih dapat mencapai sekitar 100 derajat Celsius. Setelah dituangkan ke dalam cangkir, suhunya masih dapat berada di kisaran 90 hingga 95 derajat Celsius.

Karena itu, masyarakat disarankan menunggu beberapa menit sebelum menikmati minuman panas agar suhunya lebih nyaman dan aman untuk diminum.

Tidak Ada Waktu Tunggu yang Pasti

Cancer Research UK mengatakan tidak mudah menentukan waktu yang tepat untuk mendinginkan setiap minuman. Sebagai langkah sederhana, masyarakat dapat menunggu hingga minuman terasa nyaman untuk diminum, bukan mengonsumsinya ketika masih sangat panas.

“Namun, jika Anda khawatir, sebaiknya tunggu hingga minuman tersebut cukup nyaman untuk diminum, daripada meminumnya saat masih sangat panas,” jelas Cancer Research UK.

Peneliti utama Dr. Keren Papier mengatakan, penelitian sebelumnya di Amerika Selatan juga menemukan hubungan serupa antara konsumsi minuman sangat panas dan kanker kerongkongan.

“Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengetahui secara pasti suhu minuman yang berkaitan dengan peningkatan risiko tersebut,” ungkap Papier.

Meski demikian, penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk menentukan secara lebih tepat suhu minuman yang berkaitan dengan peningkatan risiko.

Risiko Kanker Tetap Rendah

Para peneliti memperkirakan sekitar satu hingga dua dari setiap 10 kasus kanker kerongkongan berpotensi dapat dicegah apabila masyarakat tidak lagi mengonsumsi minuman yang sangat panas.

Namun, para Peneliti menekankan bahwa kanker kerongkongan jenis sel skuamosa tergolong jarang. Dengan demikian, meskipun minuman sangat panas dapat meningkatkan risiko, kemungkinan seseorang mengalami kanker tersebut secara keseluruhan tetap rendah.

Faktor lain juga memiliki pengaruh lebih besar. Merokok, misalnya, merupakan salah satu faktor risiko penting kanker kerongkongan.

Cancer Research UK menekankan bahwa tidak merokok dan mengurangi konsumsi alkohol merupakan langkah penting untuk menurunkan risiko kanker tersebut.

Kenali Gejalanya

Kanker kerongkongan dapat ditandai dengan sejumlah gejala, seperti rasa panas di dada, gangguan pencernaan, nyeri pada tenggorokan atau dada, hingga penurunan berat badan.

Jika gejala berlangsung terus-menerus, masyarakat sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Bagi pencinta teh dan kopi, penelitian ini bukan berarti harus berhenti menikmati minuman tersebut. Langkah sederhananya adalah memberi waktu agar minuman tidak lagi terlalu panas sebelum diminum.

Kebiasaan kecil tersebut dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kesehatan kerongkongan dalam jangka panjang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....