Terlalu Lama di Depan Layar? Waspadai Computer Vision Syndrome
- 28 Sep 2026 15:47 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Penggunaan komputer, laptop, tablet, dan ponsel dalam waktu lama dapat membuat mata terasa perih, kering, hingga pandangan menjadi kabur. Keluhan tersebut tidak selalu sekadar rasa lelah biasa, tetapi dapat menjadi tanda Computer Vision Syndrome atau CVS.
Computer Vision Syndrome merupakan kumpulan keluhan yang berkaitan dengan mata dan penglihatan akibat penggunaan perangkat digital dalam waktu lama. Kondisi ini juga dapat disertai keluhan pada leher, bahu, dan punggung akibat posisi kerja yang kurang ergonomis.
CVS dapat dialami oleh siapa saja yang sehari-hari banyak beraktivitas di depan layar, mulai dari pekerja kantoran, programmer, desainer, guru, dosen, mahasiswa hingga pekerja lainnya. Berbagai penelitian menunjukkan keluhan akibat penggunaan perangkat digital cukup sering dialami masyarakat, terutama mereka yang bekerja dengan layar dalam durasi panjang.
Salah satu penyebabnya adalah mata harus terus mempertahankan fokus ketika membaca tulisan, melihat gambar, serta menyesuaikan cahaya dan kontras pada layar. Dalam kondisi tersebut, frekuensi berkedip biasanya berkurang sehingga permukaan mata lebih mudah mengalami kekeringan.
Risiko CVS juga dapat meningkat ketika jarak mata dengan layar tidak sesuai, posisi monitor terlalu tinggi atau rendah, serta pencahayaan ruangan terlalu terang maupun terlalu gelap. Ukuran tulisan yang terlalu kecil dan gangguan penglihatan seperti mata minus, plus, atau silinder yang belum dikoreksi juga dapat memperberat keluhan.
Gejala yang muncul dapat berupa mata lelah, kering, perih, panas, terasa seperti berpasir, mata merah atau berair, hingga pandangan kabur. Sebagian orang juga dapat mengalami kesulitan fokus, sensitif terhadap cahaya, sakit kepala, bahkan keluhan pegal pada leher, bahu, dan punggung.
Umumnya, keluhan tersebut dapat berkurang setelah mata diistirahatkan dan kebiasaan menggunakan perangkat digital diperbaiki. Namun, pemeriksaan medis diperlukan apabila mata merah tidak membaik, pandangan kabur terus-menerus, mengalami nyeri mata hebat, sakit kepala berulang, atau keluhan tetap muncul meski penggunaan layar telah dikurangi.
Salah satu cara sederhana untuk mengurangi risiko CVS adalah menerapkan aturan 20-20-20, yakni setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek berjarak sekitar 20 kaki atau enam meter selama 20 detik. Pengguna perangkat digital juga dianjurkan lebih sering berkedip agar kelembapan permukaan mata tetap terjaga.
Posisi layar juga perlu diperhatikan dengan menempatkannya sekitar 50 hingga 70 sentimeter dari mata dan sedikit lebih rendah dari posisi mata. Pencahayaan ruangan sebaiknya nyaman, pantulan cahaya pada layar dikurangi, serta ukuran huruf diperbesar agar mata tidak perlu bekerja terlalu keras saat membaca.
Pencegahan CVS bukan hanya menjadi tanggung jawab pengguna perangkat, tetapi juga membutuhkan dukungan lingkungan kerja. Penyediaan meja dan kursi ergonomis, pencahayaan yang sesuai, edukasi mengenai posisi kerja, jeda secara berkala, serta pemeriksaan mata rutin dapat membantu menjaga kesehatan dan kenyamanan pekerja di tengah meningkatnya penggunaan teknologi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....