Bukan Sekadar Serak, Ini Risiko Kelelahan Suara bagi Pekerja
- 28 Sep 2026 15:47 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Suara serak, berat, atau bahkan hampir hilang setelah seharian berbicara sering dianggap sebagai hal biasa, terutama bagi mereka yang bekerja dengan mengandalkan suara. Padahal, kondisi tersebut bisa menjadi tanda vocal fatigue atau kelelahan suara, yakni kondisi ketika suara mengalami penurunan kualitas akibat digunakan secara berlebihan.
Kelelahan suara terjadi ketika suara digunakan dalam waktu lama tanpa mendapat istirahat yang cukup. Kondisi ini umumnya tidak langsung menimbulkan gangguan serius, tetapi jika terus berulang dan tidak ditangani, penggunaan suara secara berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan pada pita suara.
Masalah tersebut dapat dialami siapa saja, namun risikonya lebih tinggi pada orang yang menjadikan suara sebagai bagian penting dari pekerjaan. Guru, dosen, penyanyi, pembawa acara, penyiar radio, penceramah, petugas call center, hingga pekerja di lingkungan bising termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami kelelahan suara.
Penyebabnya beragam, mulai dari terlalu lama berbicara, berbicara dengan suara keras, hingga tidak memberikan waktu istirahat bagi suara. Kondisi lingkungan yang bising, berdebu, berasap, terlalu kering, kurang minum air putih, kebiasaan merokok, hingga stres dan kurang tidur juga dapat meningkatkan risiko keluhan tersebut.
Gejala kelelahan suara biasanya mulai terasa setelah seseorang berbicara, mengajar, bernyanyi, atau menggunakan suara dalam waktu panjang. Suara dapat terasa berat, cepat habis, serak, volume menurun, sementara tenggorokan bisa terasa kering, gatal, panas, atau tidak nyaman saat berbicara.
Bagi pekerja profesional yang mengandalkan suara, gangguan tersebut dapat berdampak langsung pada aktivitas sehari-hari. Guru misalnya dapat mengalami kesulitan menjelaskan materi hingga akhir kelas, sedangkan penyiar, penyanyi, pembawa acara, maupun petugas call center dapat kesulitan mempertahankan kualitas suara selama bekerja.
| Baca juga: Diabetes dan Puasa, Pentingnya Cek Gula |
Dalam kondisi ringan, keluhan biasanya membaik setelah suara diistirahatkan dan penggunaan suara dikurangi. Namun, jika suara tetap serak atau keluhan tidak kunjung membaik, pemeriksaan ke dokter diperlukan untuk mengetahui kemungkinan adanya gangguan pada pita suara.
Pemeriksaan medis perlu dipertimbangkan apabila suara serak atau berubah tidak membaik selama lebih dari dua minggu, suara cepat habis hingga mengganggu pekerjaan, atau muncul nyeri pada tenggorokan dan leher yang semakin berat. Kesulitan menelan, benjolan di tenggorokan, batuk disertai darah, suara tiba-tiba hilang tanpa penyebab jelas, serta keluhan yang terus berulang juga menjadi kondisi yang perlu diperiksakan.
Untuk mengurangi keluhan, seseorang dapat mengurangi beban suara, cukup minum air putih, menghindari berteriak atau berbicara terlalu keras, serta menggunakan mikrofon ketika harus berbicara di ruangan luas atau bising. Pada kondisi tertentu, terapi suara dan penanganan penyakit penyerta seperti alergi, infeksi, batuk kronis, atau refluks asam lambung juga dapat diperlukan.
Pencegahan menjadi langkah penting, terutama bagi mereka yang menggunakan suara sebagai alat utama dalam bekerja. Memberikan jeda istirahat, menjaga hidrasi, menggunakan teknik berbicara yang baik, menghindari rokok dan paparan iritan, serta menjaga tidur dan kesehatan tubuh dapat membantu mempertahankan kualitas suara dalam jangka panjang. (Kemenkes)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....