Enam Kesalahan yang Membuat Flek Hitam Sulit Hilang
- 16 Sep 2026 19:30 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Flek hitam atau perubahan warna kulit membutuhkan waktu untuk memudar. Meski sudah menggunakan berbagai produk pencerah, hasilnya tidak selalu terlihat dalam waktu singkat.
Melansir SELF, Rabu (16/9/2026), Dokter kulit bersertifikat, Mamina Turegano, MD, dari Sanova Dermatology, New Orleans, mengatakan flek hitam umumnya membutuhkan waktu sekitar satu bulan untuk memudar. Pada kondisi tertentu, proses tersebut bahkan dapat berlangsung hingga tiga bulan.
“Hal ini dapat memerlukan waktu sekitar satu bulan, bahkan terkadang hingga tiga bulan,” ujar Turegano.
Dalam upaya mempercepat proses tersebut, sejumlah kebiasaan perawatan kulit justru dapat membuat flek semakin terlihat. Flek hitam muncul ketika tubuh memproduksi melanin atau pigmen kulit secara berlebihan. Kondisi ini dapat dipicu paparan sinar matahari tanpa perlindungan, perubahan hormon, maupun peradangan akibat jerawat, luka pada kulit, atau gigitan serangga.
Berikut sejumlah kesalahan yang perlu diperhatikan.
1. Menggunakan Terlalu Banyak Bahan Pencerah
Vitamin C, retinol, dan bahan eksfoliasi dapat membantu memperbaiki tampilan warna kulit secara bertahap. Namun, menggunakan banyak bahan aktif secara bersamaan tidak selalu mempercepat hasil.
Menurut Dr. Turegano, vitamin C, eksfoliator kimia seperti asam glikolat, laktat, atau salisilat, serta retinol sebaiknya tidak digunakan sekaligus dalam satu waktu. Kombinasi tersebut dapat menyebabkan iritasi dan peradangan kulit. Kondisi ini justru berpotensi memperburuk hiperpigmentasi.
Sebagai alternatif, pilih satu bahan aktif terlebih dahulu dan amati respons kulit selama beberapa minggu. Vitamin C dapat digunakan pada pagi hari, sedangkan retinol pada malam hari. Pilihan lainnya adalah menggunakan bahan aktif tersebut secara bergantian.
2. Belum Mengatasi Jerawat
Fokus menghilangkan bekas jerawat tanpa mengatasi jerawat yang masih aktif juga dapat menjadi masalah.Dr. Turegano mengatakan, salah satu kesalahan yang sering ditemui adalah seseorang lebih fokus menangani hiperpigmentasi, sementara jerawat masih terus muncul.
Jerawat aktif dapat menyebabkan peradangan akibat penumpukan minyak, sel kulit mati, dan bakteri. Peradangan tersebut dapat merangsang produksi melanin dan memunculkan noda baru.
Karena itu, mengendalikan jerawat menjadi bagian penting dalam mencegah munculnya flek baru.
Beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain retinol topikal, asam eksfoliasi seperti glikolat dan laktat, serta niacinamide. Untuk kondisi jerawat tertentu, dokter kulit dapat menentukan perawatan yang sesuai.
3. Lupa Menggunakan Tabir Surya
Perawatan flek hitam tidak hanya berkaitan dengan menghilangkan noda, tetapi juga mencegahnya semakin gelap.
Melansir sumber yang sama, Brendan Camp, MD, dokter kulit bersertifikat dari MDCS Dermatology, New York City, mengatakan bahwa penggunaan tabir surya sangat penting, terutama bagi orang yang memiliki masalah flek hitam.
“Tabir surya penting bagi kesehatan kulit, terutama bagi mereka yang mengalami flek hitam,” ungkap Camp.
Paparan sinar ultraviolet dapat merangsang produksi melanin. Akibatnya, warna kulit dapat menjadi lebih gelap dan noda kecokelatan maupun kemerahan semakin terlihat. Gunakan tabir surya dengan perlindungan broad-spectrum minimal SPF 30 setiap hari. Jika berkeringat atau banyak menghabiskan waktu di luar ruangan, aplikasikan kembali sekitar setiap dua jam.
Produk yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide juga dapat menjadi pilihan karena keduanya membantu menghalangi sinar ultraviolet.
4. Terlalu Sering Terpapar Panas
Sinar matahari bukan satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan. Paparan panas berlebihan juga dapat memperpanjang peradangan pada kulit.
Menurut Dr. Camp, kondisi tersebut dapat terjadi akibat terlalu sering menggunakan sauna dengan suhu tinggi atau mandi menggunakan air yang sangat panas dalam waktu lama.
Panas dapat meningkatkan aliran darah ke permukaan kulit sehingga wajah tampak kemerahan. Jika terjadi berulang kali, peradangan yang berlangsung terus-menerus dapat membuat sel melanosit memproduksi lebih banyak pigmen.
“Melanosit (sel yang memberi warna pada kulit) bereaksi secara berlebihan dan menghasilkan lebih banyak pigmen,” ungkap Camp.
Bukan berarti seseorang harus berhenti mandi menggunakan air hangat. Namun, sebaiknya hindari paparan suhu yang terlalu panas dan terlalu lama.
5. Eksfoliasi Terlalu Keras
Eksfoliasi dapat membantu mengangkat sel kulit mati dan membuat warna kulit tampak lebih merata. Namun, penggunaan scrub yang terlalu kasar justru dapat menyebabkan iritasi. Gesekan dari bahan abrasif seperti batu apung, bubuk beras, atau butiran garam dapat menyebabkan luka mikro pada kulit.
Kondisi tersebut dapat memicu peradangan dan merangsang sel melanosit untuk menghasilkan lebih banyak pigmen. Eksfoliator kimia seperti AHA dan BHA umumnya lebih lembut dibandingkan scrub fisik. Namun, penggunaannya terlalu sering atau dalam konsentrasi tinggi tetap dapat merusak skin barrier. Akibatnya, kulit menjadi lebih mudah iritasi, kemerahan, dan membutuhkan waktu lebih lama untuk pulih.
6. Salah Mengenali Jenis Noda
Tidak semua noda bekas jerawat merupakan flek hitam. Dokter kulit membedakan kondisi tersebut menjadi post-inflammatory hyperpigmentation (PIH) dan post-inflammatory erythema (PIE).
PIH merupakan perubahan warna akibat peningkatan produksi melanin setelah terjadi peradangan. Pada kulit yang lebih terang, biasanya terlihat kecokelatan, sedangkan pada kulit yang lebih gelap dapat tampak biru keabu-abuan.
Sementara itu, PIE lebih sering terlihat berwarna merah muda, merah, atau keunguan. Kondisi tersebut berkaitan dengan perubahan pada pembuluh darah dekat permukaan kulit akibat cedera atau iritasi.
Menurut Dr. Turegano, warna noda dapat menjadi petunjuk awal untuk membedakan keduanya. Namun, dokter kulit dapat membantu memastikan jenis perubahan kulit tersebut.
Untuk PIH, beberapa bahan yang dapat digunakan antara lain vitamin C, ekstrak akar licorice, asam kojic, dan asam traneksamat. Sementara untuk noda kemerahan atau PIE, bahan yang lebih menenangkan kulit seperti niacinamide, asam azelat, dan centella asiatica dapat menjadi pilihan.
Perawatan Membutuhkan Kesabaran
Flek hitam tidak dapat hilang dalam semalam. Proses pemudarannya membutuhkan waktu dan konsistensi. Menggunakan terlalu banyak produk atau melakukan eksfoliasi secara berlebihan justru dapat menyebabkan iritasi dan memperlambat proses pemulihan kulit.
Karena itu, perawatan kulit sebaiknya dilakukan secara bertahap. Gunakan bahan aktif sesuai kebutuhan, lindungi kulit dari sinar matahari, dan hindari kebiasaan yang dapat memicu iritasi.
Jika perubahan warna kulit menetap, semakin luas, atau sulit dikenali, konsultasi dengan dokter kulit dapat membantu menentukan penyebab dan pilihan perawatan yang sesuai.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....