Eksfoliasi Bisa Bantu Kulit Wajah Lebih Cerah
- 11 Sep 2026 19:45 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Memiliki kulit yang lebih cerah dan sehat tidak selalu membutuhkan rutinitas perawatan yang rumit. Salah satu langkah sederhana yang sering terlewat adalah eksfoliasi, yaitu proses mengangkat sel-sel kulit mati dari permukaan kulit.
Eksfoliasi dapat membantu mengatasi kulit kusam, pori-pori tersumbat, hingga tanda-tanda penuaan. Namun, penggunaannya tetap perlu disesuaikan dengan jenis dan kondisi kulit.
Bukan Sekadar Mengangkat Sel Kulit Mati
Eksfoliasi dikenal karena kemampuannya membantu mengangkat sel kulit mati sehingga permukaan kulit tampak lebih cerah dan bercahaya.
Melansir Shape, Kamis (10/9/2026), Dermatolog bersertifikat sekaligus pendiri Visha Skincare, Dr. Purvisha Patel, menjelaskan bahwa eksfoliasi juga dapat memberikan rangsangan yang mendorong produksi kolagen.
Kolagen berperan penting dalam menjaga struktur dan elastisitas kulit. Karena itu, eksfoliasi yang dilakukan secara tepat dapat menjadi bagian dari perawatan kulit untuk membantu menjaga penampilan kulit.
Ada Eksfoliasi Kimia dan Fisik
Secara umum, terdapat dua jenis eksfoliasi, yakni kimia dan fisik.
Eksfoliasi kimia menggunakan bahan seperti enzim, asam buah AHA dan BHA, maupun turunan vitamin A. Bahan tersebut bekerja dengan membantu melepaskan sel-sel kulit mati sehingga lebih mudah terangkat.
| Baca juga: Siku Kering dan Gatal? Ini Penyebabnya! |
Sementara itu, eksfoliasi fisik menggunakan scrub atau alat tertentu untuk mengangkat sel kulit mati secara mekanis. Bahan yang digunakan dapat berupa gula, garam, maupun bahan dengan tekstur tertentu.
Dermatolog Dr. Lian Mack mengingatkan, eksfoliasi fisik perlu dilakukan secara hati-hati karena teksturnya dapat terasa lebih kasar pada kulit.
“Eksfoliator fisik bekerja secara mekanis untuk mempercepat pergantian sel kulit dan terasa lebih seperti scrub dengan tekstur yang lebih kasar," ungkap Mack, dikutip dari Shape.
Sesuaikan dengan Jenis Kulit
Tidak semua jenis kulit membutuhkan eksfoliator yang sama.
Pada kulit berminyak, eksfoliasi dapat membantu mengurangi penumpukan minyak dan sel kulit mati yang berpotensi menyumbat pori-pori. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan munculnya jerawat.
Untuk kulit kombinasi, eksfoliator kimia dapat menjadi pilihan karena bekerja dengan membantu melarutkan sel kulit mati. Beberapa bahan yang umum digunakan antara lain retinol dan bakuchiol.
Sementara bagi pemilik kulit kering atau sensitif, penggunaan produk dengan konsentrasi AHA atau BHA yang rendah dapat menjadi pilihan yang lebih lembut.
Jika muncul kemerahan, peradangan, rasa tidak nyaman, atau kulit mengelupas secara berlebihan, frekuensi penggunaan sebaiknya dikurangi. Pengguna juga dapat memilih produk dengan metode eksfoliasi yang lebih lembut.
Saat mencoba produk baru, uji tempel juga penting dilakukan untuk mengetahui kemungkinan reaksi kulit.
Eksfoliasi Bukan Segalanya
Meski dapat memberikan manfaat, eksfoliasi bukan satu-satunya langkah untuk menjaga kesehatan kulit. Rutinitas dasar seperti membersihkan wajah, menjaga kelembapan, dan menggunakan perlindungan terhadap sinar matahari tetap perlu dilakukan.
Eksfoliasi sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti rutinitas perawatan kulit sehari-hari. Pada akhirnya, kunci perawatan kulit bukan terletak pada seberapa banyak produk yang digunakan, melainkan seberapa tepat produk tersebut dipilih dan digunakan sesuai kebutuhan kulit.
Dr. Patel bahkan menyarankan menghindari eksfoliator fisik pada kulit sensitif untuk mencegah iritasi, peradangan, kulit bersisik, atau pengelupasan berlebihan.
Jangan Terlalu Sering
Frekuensi eksfoliasi juga perlu diperhatikan. Pemilik kulit kering atau sensitif disarankan melakukan eksfoliasi sekitar satu hingga dua kali dalam seminggu. Sementara kulit normal hingga berminyak dapat melakukan eksfoliasi lebih sering, misalnya setiap dua hari sekali, selama kulit dapat mentoleransinya.
Untuk eksfoliasi fisik, penggunaannya sebaiknya dibatasi sekitar satu hingga dua kali seminggu.
Lebih sering melakukan eksfoliasi tidak selalu berarti kulit akan semakin sehat. Penggunaan berlebihan justru dapat menyebabkan iritasi dan mengganggu kondisi lapisan pelindung kulit.
Dengarkan Reaksi Kulit
Setiap kali menggunakan produk eksfoliasi, perhatikan perubahan pada kulit.
Jika muncul kemerahan, peradangan, rasa tidak nyaman, atau kulit mengelupas secara berlebihan, frekuensi penggunaan sebaiknya dikurangi. Pengguna juga dapat memilih produk dengan metode eksfoliasi yang lebih lembut.
Saat mencoba produk baru, uji tempel juga penting dilakukan untuk mengetahui kemungkinan reaksi kulit.
Eksfoliasi Bukan Segalanya
Meski dapat memberikan manfaat, eksfoliasi bukan satu-satunya langkah untuk menjaga kesehatan kulit. Rutinitas dasar seperti membersihkan wajah, menjaga kelembapan, dan menggunakan perlindungan terhadap sinar matahari tetap perlu dilakukan.
Eksfoliasi sebaiknya dipandang sebagai pelengkap, bukan pengganti rutinitas perawatan kulit sehari-hari.
Pada akhirnya, kunci perawatan kulit bukan terletak pada seberapa banyak produk yang digunakan, melainkan seberapa tepat produk tersebut dipilih dan digunakan sesuai kebutuhan kulit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....