Operasi Bibir Sumbing : Mewujudkan Senyum yang Tertunda

  • 29 Apr 2026 08:42 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Harapan bagi anak-anak dengan kondisi bibir sumbing kini semakin nyata. Melalui semangat kemanusiaan dan kepedulian yang tinggi, program operasi bibir sumbing gratis terus digalakkan demi menghadirkan kembali senyum yang sempat tertunda.

Hal ini disampaikan oleh Rahmad Maulizar, dalam dialog program Takengon Menyapa yang disiarkan pada Rabu, 29 April 2026 pukul 08.00 WIB. Ia menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari gerakan global yang telah menjangkau hingga 87 negara di dunia, dengan tujuan utama membantu anak-anak penderita bibir sumbing agar dapat hidup lebih sehat dan percaya diri.

Menurut Rahmad, operasi bibir sumbing bukan hanya soal penampilan, tetapi sangat berpengaruh pada kualitas hidup anak, terutama dalam proses menyusui dan tumbuh kembangnya. Anak yang telah menjalani operasi dengan baik akan memiliki peluang lebih besar untuk berkembang secara optimal.

Di Aceh sendiri, kegiatan operasi rutin dilaksanakan di Banda Aceh setiap minggu. Sementara untuk wilayah Aceh Tengah, pelaksanaannya dilakukan sesuai kebutuhan dengan bekerja sama dengan Rumah Sakit Datu Beru.

Ia juga mengungkapkan bahwa sebagian besar penderita bibir sumbing berasal dari keluarga kurang mampu. Dalam pelaksanaan terbaru, dari 16 anak yang dijadwalkan operasi, sebanyak 14 anak berhasil menjalani operasi dengan baik, sementara 2 lainnya harus ditunda karena kondisi kesehatan yang belum memungkinkan.

Menariknya, dalam momentum Hari Ulang Tahun Aceh Tengah, tim siap hadir kapan saja jika diundang untuk kembali menggelar kegiatan serupa. Dukungan penuh juga datang dari Bupati Aceh Tengah, Haili Yoga, yang dinilai sangat konsisten dalam membantu masyarakat, khususnya anak-anak penderita bibir sumbing.

Adapun syarat untuk mendapatkan bantuan operasi ini tergolong mudah dan tidak memberatkan masyarakat. Untuk bibir sumbing, bayi minimal berusia 3 bulan dengan berat badan 5 kilogram. Sedangkan untuk celah langit-langit (langit bocor), usia minimal 9 bulan dengan berat badan 10 kilogram. Waktu terbaik untuk operasi adalah sebelum anak berusia 5 tahun, agar kemampuan berbicara dapat berkembang secara normal. Jika dilakukan setelah usia tersebut, risiko bicara sengau cenderung menetap hingga dewasa.

Yang lebih menggembirakan, seluruh proses operasi ini diberikan secara gratis tanpa memerlukan surat atau persyaratan administrasi yang rumit. Hal ini menjadi bukti nyata bahwa akses kesehatan yang layak dapat dirasakan oleh semua kalangan.

Melalui program ini, diharapkan semakin banyak anak-anak Aceh yang mendapatkan kesempatan untuk tersenyum lebar, tumbuh sehat, dan meraih masa depan yang lebih cerah. Karena setiap anak berhak atas senyum yang utuh dan kehidupan yang lebih baik.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....