Tak Seseram Label, Efek Samping Statin Terbantahkan
- 06 Feb 2026 11:50 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Sebuah tinjauan bukti paling komprehensif di dunia mengungkap fakta mengejutkan soal obat penurun kolesterol statin. Hampir seluruh efek samping yang selama ini tercantum pada label obat tersebut tidak disebabkan langsung oleh statin.
Berdasarkan tinjauan sistematis dan meta-analisis yang dipublikasikan di jurnal The Lancet, dari total 66 efek samping statin yang tercantum di kemasan, hanya empat efek yang benar-benar didukung bukti ilmiah. Selain risiko nyeri otot dan diabetes yang sudah dikenal luas, efek lain yang terbukti antara lain perubahan hasil tes fungsi hati, kelainan hati ringan, perubahan pada urine, serta pembengkakan jaringan. Namun demikian, tingkat risikonya dinilai sangat kecil.
Statin sendiri telah digunakan oleh ratusan juta orang di seluruh dunia selama lebih dari 30 tahun. Obat ini terbukti efektif menurunkan risiko serangan jantung, stroke, serta kematian akibat penyakit kardiovaskular. Meski begitu, kekhawatiran soal keamanan membuat banyak orang enggan mengonsumsinya, terutama karena daftar efek samping di label obat yang terbilang panjang.
Penelitian ini menjadi evaluasi paling menyeluruh terkait efek samping statin. Para peneliti menganalisis 19 uji klinis terkontrol secara acak yang melibatkan sekitar 124 ribu peserta, dengan masa pemantauan rata-rata selama empat setengah tahun.
Hasil analisis menunjukkan bahwa dari 66 efek samping yang tercantum, 62 di antaranya tidak memiliki bukti kuat bahwa statin menjadi penyebabnya. Efek-efek tersebut mencakup gangguan daya ingat, depresi, masalah tidur, hingga kerusakan saraf yang memicu kesemutan di tangan dan kaki.
Penulis utama studi, Christina Reith dari Universitas Oxford, menjelaskan bahwa kejadian-kejadian tersebut memang kerap dialami masyarakat umum. Namun, frekuensinya sama antara orang yang mengonsumsi statin dan yang tidak.
“Persentase orang yang mengalami gangguan ingatan atau masalah tidur setiap tahunnya serupa, baik pada kelompok pengguna statin maupun non-pengguna,” ujarnya dilansir dari theguardian.com. Temuan ini menegaskan bahwa meskipun keluhan tersebut bisa terjadi saat seseorang mengonsumsi statin, statin bukan penyebab langsungnya.
Meski penelitian ini mencatat kemungkinan munculnya efek samping setelah penggunaan statin dalam jangka waktu yang lebih panjang dari masa pemantauan, para peneliti menilai hasilnya tetap memberi rasa aman bagi sebagian besar pasien. Manfaat statin disebut jauh lebih besar dibandingkan potensi risikonya.
Para ahli pun mendorong agar informasi pada kemasan statin segera diperbarui agar sesuai dengan bukti ilmiah terbaru. Langkah ini dinilai penting agar dokter dan pasien dapat mengambil keputusan medis yang lebih tepat.
Sejumlah pakar kesehatan menegaskan statin merupakan obat penyelamat nyawa yang terbukti melindungi dari serangan jantung dan stroke. Bukti ilmiah ini juga diharapkan dapat melawan berbagai informasi keliru soal statin yang beredar luas.
Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa statin tidak selalu cocok untuk semua orang. Keputusan penggunaan tetap harus didasarkan pada diskusi antara dokter dan pasien, dengan mempertimbangkan manfaat serta risiko secara menyeluruh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....