Fakta Jus Jeruk: Manis, Sehat, atau Berbahaya?
- 30 Jan 2026 09:34 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Kebiasaan minum segelas jus jeruk saat sarapan sudah lama dianggap sebagai simbol hidup sehat. Segarnya jus jeruk dingin bahkan kerap disebut sebagai pelengkap sarapan yang “sempurna”. Namun, di balik rasanya yang manis dan menyegarkan, jus jeruk sempat mendapat cap buruk karena kandungan gulanya.
Para ahli gizi selama bertahun-tahun memperingatkan bahwa jus jeruk dapat memicu lonjakan gula darah dalam waktu singkat. Kondisi ini, jika terjadi terus-menerus, berpotensi meningkatkan risiko resistensi insulin, diabetes, penyakit jantung, hingga obesitas. Tak heran, jus jeruk kerap disamakan dengan minuman manis lainnya.
Namun, anggapan tersebut kini mulai dipertanyakan. Sejumlah penelitian terbaru justru menunjukkan bahwa konsumsi jus jeruk secara rutin dalam jumlah wajar dapat memberikan berbagai manfaat kesehatan.
Mengapa Jus Jeruk Sering Dianggap Keliru?
| Baca juga: Buah Naga, Si Manis Segar yang Kaya Manfaat |
Studi kohort berskala besar yang melibatkan puluhan ribu orang menunjukkan bahwa mereka yang rutin mengonsumsi buah citrus, seperti jeruk, memiliki risiko lebih rendah terkena penyakit jantung dan stroke. Sayangnya, sebagian besar studi ini berfokus pada konsumsi buah utuh, bukan jus buah.
Menurut ilmuwan gizi dari Imperial College London, Federica Amati, perbedaan utama antara buah utuh dan jus terletak pada cara dan kecepatan konsumsinya. Untuk menghasilkan segelas kecil jus jeruk, dibutuhkan sekitar dua hingga tiga buah jeruk.
“Kalau dimakan langsung, butuh waktu lebih lama untuk mengunyah dan menelannya. Kebanyakan orang bahkan tidak ingin makan tiga jeruk sekaligus. Tapi kalau dalam bentuk jus, dalam hitungan detik sudah habis,” jelas Amati dilansir dari BBC.com
Buah jeruk utuh juga kaya serat yang berperan penting dalam menjaga kesehatan pencernaan, memberi makan bakteri baik di usus, serta membantu menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kanker usus besar. Serat ini juga memperlambat penyerapan gula ke dalam darah.
Sebaliknya, proses pembuatan jus menghilangkan sebagian besar serat tersebut. Akibatnya, gula dalam jus jeruk lebih cepat diserap tubuh, sehingga memicu kenaikan gula darah yang lebih tajam dibandingkan saat mengonsumsi buah utuh.
“Gula dalam jus jeruk sudah terlepas dari ‘kapsul’ seratnya, sehingga sangat cepat diserap di mulut dan lambung. Inilah yang menyebabkan lonjakan gula darah lebih cepat,” ujar Amati dilansir dari BBC.com
Bagi orang sehat, lonjakan ini umumnya bukan masalah besar karena tubuh akan merespons dengan melepaskan insulin. Namun, bagi penderita diabetes, konsumsi jus jeruk perlu lebih diperhatikan.
Meski begitu, Amati menekankan bahwa jus jeruk tidak bisa dilihat semata-mata sebagai sumber gula. “Memang gula darah bisa naik, tapi jus jeruk segar juga mengandung nutrisi aktif seperti vitamin C. Jadi yang penting adalah menempatkannya dalam konteks pola makan secara keseluruhan,” katanya.
Ada Manfaat untuk Jantung dan Otak
Menariknya, manfaat jus jeruk tetap terlihat dalam sejumlah penelitian. Salah satunya adalah meta-analisis yang menggabungkan hasil dari 10 uji klinis terkontrol secara acak. Hasilnya menunjukkan bahwa konsumsi sekitar 500 ml jus jeruk per hari dikaitkan dengan penurunan kadar gula darah, perbaikan fungsi insulin, serta penurunan kolesterol jahat (LDL).
Temuan tersebut menjadi indikasi bahwa, meski mengandung gula, jus jeruk masih berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan jantung dan metabolisme, terutama jika dikonsumsi secara bijak dan sebagai bagian dari pola makan seimbang.
Bagi kesehatan otak, segelas jus jeruk juga memberi dampak positif. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi rutin jus jeruk dapat membantu menjaga fungsi kognitif dan memori, terutama pada orang dewasa, berkat kombinasi vitamin, mineral, dan senyawa bioaktif di dalamnya.
Jus jeruk juga berperan dalam membantu penyerapan zat besi dari makanan nabati. Kandungan vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi secara lebih optimal, sehingga dapat mencegah anemia, terutama bagi mereka yang menjalani pola makan berbasis tumbuhan.
Jadi, segelas jus jeruk di pagi hari bukanlah musuh kesehatan, asalkan tidak berlebihan dan tetap diimbangi dengan konsumsi buah utuh serta gaya hidup sehat secara keseluruhan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....