Bayi Berkeringat Saat Tidur, Ini Penjelasannya
- 27 Jan 2026 10:40 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Keringat berlebih pada bayi saat malam hari kerap membuat orang tua khawatir. Tak jarang, bayi terbangun dengan pakaian atau rambut yang basah oleh keringat meski suhu ruangan terasa normal. Kondisi ini umumnya bersifat wajar, namun dalam beberapa kasus dapat menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang perlu diperhatikan.
salah satu penyebab paling umum bayi berkeringat di malam hari adalah sistem pengaturan suhu tubuh yang belum berkembang sempurna. Bayi, terutama yang masih berusia di bawah satu tahun, lebih mudah berkeringat karena tubuhnya belum mampu menyesuaikan suhu secara optimal seperti orang dewasa.
Baca: Bahayakah Jika Bayi Berkeringat Saat Tidur?
Selain itu, suhu ruangan yang terlalu hangat, sirkulasi udara yang kurang baik, serta penggunaan pakaian atau selimut yang terlalu tebal juga dapat memicu produksi keringat berlebih. Bayi yang sedang aktif menyusu atau berada dalam fase pertumbuhan tertentu juga bisa berkeringat lebih banyak, terutama di area kepala dan leher.
Bayi bisa berkeringat,mengapa?
Bayi menghabiskan sebagian besar waktunya dalam kondisi tidur dengan pola siklus yang beragam. Saat memasuki tahap tidur lelap, tubuh sebagian bayi dapat memproduksi keringat lebih banyak hingga membuat mereka terjaga karena merasa tidak nyaman. Meski demikian, kondisi tersebut umumnya masih dianggap wajar dan tidak berbahaya. Merujuk pada informasi dari Healthline, orang tua tidak perlu terburu-buru panik ketika mendapati bayi berkeringat, karena kondisi tersebut pada umumnya masih termasuk hal yang normal.
Baca juga: Gangguan Tidur Bisa Hambat Pertumbuhan dan Kecerdasan Balita
Penyebab Bayi Berkeringat
- Sistem pengatur suhu belum matang
Tubuh bayi belum mampu mengatur suhu dengan optimal seperti orang dewasa, sehingga lebih mudah mengeluarkan keringat untuk menyesuaikan suhu tubuh. - Suhu lingkungan terlalu hangat
Kamar yang panas, pengap, atau minim sirkulasi udara dapat memicu bayi berkeringat, terutama saat tidur malam. - Pakaian dan selimut terlalu tebal
Penggunaan pakaian berlapis atau selimut tebal membuat panas tubuh terperangkap dan akhirnya keluar dalam bentuk keringat. - Aktivitas menyusu
Menyusu, baik ASI maupun susu formula, merupakan aktivitas fisik bagi bayi. Gerakan mengisap dan kontak tubuh dengan ibu dapat meningkatkan suhu tubuh bayi. - Fase pertumbuhan
Pada masa pertumbuhan tertentu, metabolisme bayi meningkat sehingga produksi keringat bisa lebih banyak dari biasanya. - Posisi tidur
Area tubuh yang tertutup dan menempel lama pada alas tidur, seperti kepala dan punggung, lebih mudah berkeringat. - Kondisi kesehatan tertentu
Dalam beberapa kasus, keringat berlebih dapat berkaitan dengan infeksi, demam, atau gangguan kesehatan tertentu. Biasanya disertai gejala lain seperti bayi tampak lemas atau tidak nyaman.
Untuk mengurangi keringat di malam hari, orang tua dapat memastikan suhu kamar tetap nyaman dan tidak pengap. Pilih pakaian tidur berbahan katun yang ringan dan mudah menyerap keringat, serta hindari penggunaan selimut berlapis. Menjaga kebersihan tubuh bayi juga penting agar keringat tidak menyebabkan iritasi kulit.
Dengan perawatan sederhana dan pengamatan yang baik, bayi yang berkeringat di malam hari umumnya tetap sehat dan nyaman. Orang tua pun diharapkan tidak panik, namun tetap waspada terhadap perubahan kondisi si kecil.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....