Bahayakah Jika Bayi Berkeringat Saat Tidur?
- 07 Jul 2025 11:34 WIB
- Talaud
KBRN, Talaud : Bayi yang berkeringat berlebih ketika tidur biasanya membuat orang tua merasa cemas. Penting untuk memahami bahwa kondisi ini bisa disebabkan oleh beberapa faktor, mulai dari suhu ruangan hingga kondisi medis tertentu.
Menurut Baby Center, dikutip dari Hai Bunda (7/7/2025), beberapa bayi cenderung berkeringat lebih banyak saat memasuki bagian terdalam dari siklus tidur malam mereka atau selama fase tidur REM (Rapid Eye Movement). Tak jarang, mereka terlihat basah kuyup pada saat itu.
Bayi menghabiskan waktu lebih banyak dalam tahap tidur REM dibandingkan dengan orang dewasa atau anak-anak yang lebih besar, sehingga mereka lebih rentan mengalami keringat di malam hari.
Sebenarnya, bayi tidak perlu mengenakan pakaian yang terlalu tebal saat malam, Bunda. Pilihlah pakaian yang nyaman untuk mereka dan pastikan suhu kamar tetap sejuk.
Jika tetap ingin menggunakan bedong, pastikan tidak terlalu ketat sehingga bayi dapat bernapas dan menggerakkan pinggulnya dengan leluasa.
Penyebab bayi berkeringat berlebihan saat tidur
Ada beberapa faktor yang dapat membuat bayi berkeringat lebih banyak saat tidur, seperti:
1. Kepanasan
Bayi, terutama yang baru lahir, memiliki sistem saraf yang belum sepenuhnya matang. Oleh karena itu, mereka masih kesulitan mengatur suhu tubuh seperti orang dewasa. Jika bayi menunjukkan tanda-tanda berkeringat, coba turunkan suhu kamar sedikit lebih dingin atau kurangi salah satu lapisan pakaiannya.
2. Menangis dengan keras
Menangis bisa menjadi aktivitas yang melelahkan bagi bayi karena memerlukan banyak energi. Ketika bayi menangis keras atau dalam waktu yang lama, mereka bisa berkeringat dan wajahnya menjadi memerah. Jika ini yang terjadi, keringat berlebih biasanya bersifat sementara dan akan berhenti setelah bayi kembali tenang.
3. Demam
Jika Si Kecil terlihat berkeringat dan Anda tidak tahu kenapa ia merasa panas, sebaiknya periksa suhu tubuhnya. Suhu 38 derajat Celcius atau lebih tinggi bisa menjadi indikasi bahwa ia mengalami demam. Segera konsultasikan ke dokter jika bayi yang berusia di bawah 2 bulan mengalami demam.
4. Penyakit jantung bawaan
Beberapa kondisi medis, seperti penyakit jantung, dapat menyebabkan bayi mengeluarkan keringat lebih. Kondisi ini cukup jarang terjadi, dan bayi biasanya harus menjalani pemeriksaan untuk mendeteksi masalah jantung bawaan yang serius saat lahir.
Bayi dengan penyakit jantung bawaan mungkin akan berkeringat hampir sepanjang waktu karena jantungnya bekerja lebih keras untuk mendistribusikan darah ke seluruh tubuh. Selain banyak berkeringat, bayi dengan kondisi tersebut mungkin terlihat memiliki kulit yang kebiruan dan bernapas cepat.
5. Tidur lelap
Sebagaimana dilaporkan oleh Healthline, bayi baru lahir menghabiskan sebagian besar hari dan malamnya untuk tidur. Namun, mereka tidur dalam periode yang singkat, biasanya hanya sekitar 3 atau 4 jam dalam sekali tidur.
Selama periode tersebut, mereka melewati berbagai siklus tidur, termasuk tidur yang sangat nyenyak. Dalam fase tidur nyenyak, beberapa bayi mungkin mengalami keringat berlebih dan terbangun dengan tubuh basah karena keringat. Hal ini cukup umum dan tidak perlu dikhawatirkan.
6. Apnea tidur pada bayi
Apnea tidur adalah peristiwa di mana seseorang berhenti bernapas selama 20 detik atau lebih saat tidur. Walaupun situasi ini jarang, tetap ada kemungkinan terjadi, terutama pada bayi prematur dalam bulan-bulan awal setelah kelahiran.
Jika Anda curiga Si Kecil pernah mengalami apnea tidur, segera berkonsultasi dengan dokter untuk pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut. Tanda-tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
- Mendengkur
- Napas yang terengah-engah
- Mulut terbuka saat tidur
7. Hiperhidrosis
Hiperhidrosis merupakan suatu keadaan di mana seseorang mengalami keringat yang berlebihan, meskipun dalam kondisi suhu rendah. Hiperhidrosis lokal dapat muncul di bagian tertentu dari tubuh, seperti pada telapak tangan, ketiak, atau kaki. Hal ini juga dapat terjadi pada beberapa area tersebut sekaligus.
Ada pula tipe hiperhidrosis lainnya yang dikenal sebagai hiperhidrosis umum, yang dapat mempengaruhi area yang lebih luas di tubuh. Meskipun kondisi ini jarang ditemui, namun tidak berbahaya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....