PMI Bener Meriah Layani Kesehatan dan Bantuan Bencana
- 26 Jan 2026 09:14 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Bener Meriah terus menunjukkan peran strategisnya dalam penanganan bencana, mulai dari masa darurat hingga tahapan pemulihan. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PMI Bener Meriah, dr. Jawahir Syahputra, dalam Dialog Takengon Menyapa yang disiarkan pada Senin, 26 Januari 2026, pukul 08.00 WIB.
Mengusung tema “Darurat hingga Pemulihan: PMI Bener Meriah dalam Layanan Kesehatan & Bantuan Bencana”, dialog ini mengulas berbagai langkah cepat dan prioritas yang dilakukan PMI Bener Meriah dalam merespons kondisi darurat di wilayah terdampak bencana.
dr. Jawahir Syahputra menjelaskan, pada fase darurat, PMI Bener Meriah memfokuskan layanan pada pemenuhan kebutuhan dasar dan kesehatan masyarakat terdampak. Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyiapkan fasilitas Starling (layanan komunikasi darurat) bagi masyarakat yang memiliki keluarga di luar daerah bencana. Fasilitas ini sangat penting agar warga tetap dapat berkomunikasi, mengurangi kepanikan, serta memastikan kondisi keluarga masing-masing.
Selain itu, PMI Bener Meriah juga memberikan perhatian khusus kepada masyarakat pendatang yang bekerja dari luar daerah, seperti para penyadap getah pinus yang berada di wilayah terdampak. Para pekerja ini diungsikan ke satu lokasi aman, disediakan tempat tinggal sementara, serta kebutuhan makanan dan minuman.
“Di lokasi pengungsian, kami mendapati kelompok rentan, seperti ibu-ibu yang memiliki balita, serta warga yang sedang dalam kondisi sakit. Maka layanan kesehatan darurat menjadi prioritas utama kami,” ungkap dr. Jawahir.
Layanan di masa darurat ini, lanjutnya, merupakan bagian dari prioritas kemanusiaan PMI, terutama bagi kelompok rentan yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Tidak hanya berhenti pada pengungsian, PMI Bener Meriah juga memikirkan keberlanjutan keselamatan para pekerja tersebut.
Sebagai bentuk koordinasi lintas sektor, PMI Bener Meriah bekerja sama dengan Bandara Rembele untuk memfasilitasi pemulangan para pekerja keluar dari daerah bencana, menuju daerah asal mereka, seperti Jawa Barat dan Jawa Tengah. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi risiko lanjutan serta memastikan para pekerja dapat kembali dengan aman.
Melalui dialog ini, PMI Bener Meriah menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat, tidak hanya saat bencana terjadi, tetapi juga dalam proses pemulihan. Sinergi dengan berbagai pihak dan kepedulian terhadap aspek kesehatan, komunikasi, serta keselamatan warga menjadi kunci utama dalam setiap layanan kemanusiaan yang dijalankan.
Program Takengon Menyapa pun menjadi ruang penting untuk menyampaikan informasi, edukasi, serta transparansi layanan kepada masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam menghadapi situasi darurat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....