Mengenal Penyakit Lupus (Systemic Lupus Erythematosus)

  • 29 Okt 2025 07:37 WIB
  •  Takengon

KBRN, Redelong : Lupus adalah salah satu jenis penyakit autoimun di mana sistem kekebalan tubuh, yang seharusnya melindungi tubuh dari infeksi, justru menyerang jaringan dan organ tubuhnya sendiri. Penyakit ini dapat memengaruhi berbagai bagian tubuh, termasuk kulit, sendi, ginjal, otak, jantung, paru-paru, dan pembuluh darah.

Lupus memiliki gejala yang sangat beragam—mulai dari ringan hingga berat—dan sering kali bersifat kronis. Penderitanya bisa mengalami masa flare (gejala memburuk) dan masa remisi (gejala mereda) secara bergantian. Oleh karena itu, pengelolaan jangka panjang sangat penting agar penderita dapat menjalani kehidupan yang produktif.

Ada beberapa jenis lupus yang perlu diketahui karena gejala dan dampaknya berbeda pada setiap penderita:

  1. Systemic Lupus Erythematosus (SLE)

    SLE merupakan jenis lupus yang paling umum dan paling serius. Pada jenis ini, sistem kekebalan tubuh menyerang berbagai organ seperti kulit, sendi, ginjal, jantung, dan otak. Gejalanya bisa sangat bervariasi dan sering kali membutuhkan pengobatan serta pemantauan jangka panjang untuk mencegah kerusakan organ lebih lanjut.

  2. Cutaneous Lupus

    Jenis ini hanya menyerang kulit. Penderitanya dapat mengalami ruam merah, bercak, atau luka pada area yang sering terpapar sinar matahari. Salah satu bentuknya adalah lupus diskoid, yang menimbulkan bercak tebal pada kulit dan bisa meninggalkan bekas permanen.

  3. Drug-Induced Lupus

    Lupus jenis ini muncul akibat penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat tekanan darah tinggi atau antibiotik tertentu. Umumnya bersifat sementara, dan gejala akan menghilang setelah obat dihentikan.

  4. Neonatal Lupus

    Kondisi ini langka dan terjadi pada bayi yang dilahirkan oleh ibu penderita lupus. Disebabkan oleh antibodi tertentu dari ibu yang memengaruhi janin selama kehamilan. Gejalanya bisa berupa ruam kulit, gangguan jantung, atau masalah hati, namun biasanya akan membaik dengan sendirinya seiring waktu

Hingga kini, penyebab pasti lupus belum diketahui. Namun, para ahli percaya bahwa penyakit ini terjadi karena kombinasi antara faktor genetik, lingkungan, dan hormon.

Beberapa faktor pemicu lupus antara lain:

  • Faktor genetik: Riwayat keluarga dengan penyakit lupus meningkatkan risiko keturunan berikutnya.

  • Jenis kelamin: Lupus lebih sering terjadi pada wanita, terutama usia produktif.

  • Faktor lingkungan: Paparan sinar matahari, infeksi, atau penggunaan obat tertentu bisa memicu lupus.

  • Hormon: Hormon estrogen diduga berperan karena penyakit ini lebih banyak menyerang wanita dibanding pri

Gejala lupus sangat bervariasi dan bisa berbeda pada setiap penderita. Beberapa tanda umum yang sering muncul meliputi:

  • Nyeri dan pembengkakan pada sendi

  • Demam di atas 37°C tanpa sebab yang jelas

  • Mudah lelah meskipun beristirahat cukup

  • Ruam merah pada wajah berbentuk seperti kupu-kupu

  • Nyeri dada saat bernapas dalam-dalam

  • Kerontokan rambut berlebihan

  • Sensitif terhadap sinar matahari

  • Jari-jari tangan atau kaki memucat saat kedinginan atau stres (fenomena Raynaud

Lupus adalah penyakit autoimun yang kompleks dan membutuhkan perhatian serius. Karena gejalanya bisa menyerupai penyakit lain, diagnosis dini dan pengawasan medis rutin sangat penting untuk mencegah komplikasi.

Meskipun belum ada obat yang benar-benar menyembuhkan lupus, penderita dapat menjalani hidup yang sehat dan aktif dengan pengobatan yang tepat, pola hidup seimbang, serta dukungan emosional dari keluarga dan lingkungan.

Dengan pemahaman yang lebih baik tentang lupus, kita bisa membantu meningkatkan kualitas hidup para penyintas lupus dan menumbuhkan empati terhadap perjuangan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....