Lidah Putih: Penyebab, Gejala, dan Cara Mengatasinya

  • 29 Okt 2025 06:33 WIB
  •  Takengon

KBRN, Redelong : Lidah putih merupakan kondisi umum yang sering dialami banyak orang. Ciri utamanya adalah munculnya lapisan putih tebal atau bercak-bercak pada permukaan lidah. Kadang kondisi ini juga disertai dengan bau mulut tidak sedap, rasa tidak nyaman, atau perubahan pada tekstur lidah.

Meskipun umumnya tidak berbahaya, lidah putih bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan mulut atau tubuh secara

Lidah putih terjadi ketika sebagian atau seluruh permukaan lidah tertutup oleh lapisan berwarna putih. Lapisan ini terbentuk dari penumpukan sel-sel mati, sisa makanan, bakteri, serta kotoran yang menempel di antara papila tonjolan kecil pada permukaan lidah.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, menjaga kebersihan lidah merupakan bagian penting dari perawatan kesehatan mulut dan gigi untuk mencegah berbagai penyakit. Gejala Lidah Putih yang Perlu Diperhatikan

Selain perubahan warna, kondisi ini juga bisa disertai gejala lain seperti:

  • Bau mulut tidak sedap (halitosis).

  • Perubahan rasa atau sensitivitas terhadap makanan tertentu.

  • Tekstur lidah terasa kasar atau berbulu.

  • Nyeri ringan atau rasa tidak nyaman pada lidah

    Ada berbagai penyebab yang dapat memicu munculnya lapisan putih pada lidah, mulai dari kebersihan mulut yang kurang terjaga hingga penyakit tertentu. Berikut beberapa di antaranya:

1. Leukoplakia

Leukoplakia merupakan kondisi di mana terjadi pertumbuhan berlebih sel-sel pada lapisan mulut. Sel-sel ini kemudian bergabung dengan protein keratin, membentuk bercak putih di lidah.

Kondisi ini sering dikaitkan dengan kebiasaan merokok atau mengonsumsi alkohol, meski dalam beberapa kasus penyebab pastinya tidak diketahui. Meski biasanya tidak berbahaya, leukoplakia dapat berkembang menjadi kanker mulut jika tidak ditangani dengan baik.

2. Lichen Planus Oral

Ini adalah peradangan kronis pada rongga mulut akibat gangguan sistem kekebalan tubuh. Lichen planus oral dapat menimbulkan bercak putih atau garis tipis di lidah dan bagian dalam pipi, serta kadang disertai rasa perih.

3. Lidah Geografis

Kondisi ini terjadi ketika sel-sel kulit pada lidah berganti terlalu cepat. Akibatnya, muncul area merah lembut yang dikelilingi bagian putih, menyerupai peta — oleh karena itu disebut “lidah geografis”. Kondisi ini biasanya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan rasa sensitif terhadap makanan tertentu.

4. Infeksi Jamur Mulut (Oral Thrush)

Penyebab lain yang umum adalah infeksi jamur Candida. Jamur ini sebenarnya normal ditemukan di mulut, tetapi bisa tumbuh berlebihan pada orang dengan daya tahan tubuh lemah atau setelah penggunaan antibiotik jangka panjang. Oral thrush menyebabkan lapisan putih tebal di lidah, disertai rasa nyeri dan sulit menelan.

5. Sifilis

Sifilis adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum. Salah satu gejala tahap lanjutnya bisa berupa luka atau bercak putih pada lidah. Jika tidak diobati, sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius pada organ tubuh lainnya.

Untuk mencegah munculnya lidah putih, langkah sederhana berikut bisa dilakukan:

  • Sikat gigi dan lidah secara teratur dua kali sehari.

  • Gunakan tongue scraper atau sikat lidah khusus.

  • Minum cukup air untuk mencegah mulut kering.

  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol berlebihan.

  • Konsumsi makanan bergizi seimbang.

Jika lapisan putih tidak hilang setelah beberapa minggu, disertai nyeri, atau muncul luka pada lidah, segera konsultasikan dengan dokter gigi atau dokter spesialis mulut untuk pemeriksaan lebih lanjut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....