AI Bantu Atasi Kekurangan Dokter Spesialis Kehamilan

  • 24 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) semakin berperan dalam mendukung layanan kesehatan, termasuk membantu proses skrining ibu hamil. Teknologi ini dinilai mampu mempercepat analisis hasil pemeriksaan sekaligus membantu tenaga kesehatan di daerah yang masih mengalami keterbatasan dokter spesialis.

Hal tersebut disampaikan Chief Medical Officer Philips, Dr. Carla Goulart Peron, dalam rangkaian acara Philips Pulse Connect yang digelar di Philips Customer Experience Center, Eindhoven, Belanda, baru-baru ini. Menurutnya, AI bukan bertujuan menggantikan dokter, melainkan menjadi alat pendukung agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih cepat, akurat, dan merata.

"Kecerdasan buatan membantu tenaga kesehatan mengidentifikasi risiko lebih dini sehingga pasien yang membutuhkan penanganan lanjutan dapat segera dirujuk kepada dokter spesialis," ujar Dr. Peron.

Ia menjelaskan, tantangan terbesar layanan kesehatan saat ini adalah ketimpangan jumlah tenaga medis, khususnya dokter spesialis kandungan dan radiologi. Kondisi tersebut membuat proses pemeriksaan kehamilan di sejumlah wilayah sering memerlukan waktu lebih lama.

Melalui teknologi AI yang terintegrasi pada perangkat ultrasonografi (USG), tenaga kesehatan dapat memperoleh bantuan dalam menganalisis citra medis, mengenali struktur anatomi janin, hingga melakukan pengukuran secara otomatis. Teknologi ini membantu mengurangi variasi hasil pemeriksaan sekaligus meningkatkan efisiensi kerja tenaga medis.

Menurut Philips, pemanfaatan AI pada sistem USG mampu mengotomatisasi berbagai proses pengukuran yang sebelumnya dilakukan secara manual. Fitur tersebut memungkinkan pemeriksaan berlangsung lebih cepat sehingga tenaga kesehatan dapat lebih fokus pada pengambilan keputusan klinis dan komunikasi dengan pasien.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menegaskan akses terhadap layanan antenatal berkualitas merupakan salah satu kunci menurunkan angka kematian ibu dan bayi. WHO merekomendasikan pemeriksaan kehamilan secara rutin untuk mendeteksi komplikasi sedini mungkin sehingga penanganan dapat diberikan lebih cepat.

Melansir dari The Lancet Global Health menunjukkan banyak negara masih menghadapi kekurangan tenaga kesehatan, termasuk dokter spesialis. Pemanfaatan teknologi digital dan AI dinilai menjadi salah satu solusi untuk memperluas akses layanan kesehatan tanpa mengurangi kualitas pelayanan.

Meski demikian, Dr. Peron menekankan bahwa keputusan medis tetap berada di tangan tenaga kesehatan profesional. AI hanya berfungsi sebagai sistem pendukung (clinical decision support) yang membantu mempercepat analisis dan meningkatkan konsistensi hasil pemeriksaan.

"Kepercayaan pasien tetap dibangun melalui hubungan antara tenaga kesehatan dan pasien. AI hadir untuk membantu mereka bekerja lebih efektif, bukan menggantikan peran manusia," ujarnya.

Dengan semakin berkembangnya teknologi kesehatan digital, AI diperkirakan akan memainkan peran yang semakin besar dalam layanan kesehatan ibu dan anak. Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pemerataan layanan kesehatan, terutama di wilayah yang masih kekurangan dokter spesialis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....