20 Juni Diperingati sebagai Hari Pengungsi Sedunia
- 20 Jun 2025 08:29 WIB
- Takengon
KBRN, Takengon : Hari Pengungsi Sedunia yang diperingati setiap tanggal 20 Juni merupakan momen penting untuk menghormati para pengungsi di seluruh dunia. Inisiatif ini pertama kali dicetuskan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai bentuk solidaritas global terhadap jutaan orang yang terpaksa meninggalkan tanah kelahiran mereka akibat perang, konflik, penganiayaan, dan bencana. Peringatan ini juga menjadi ajakan kepada seluruh masyarakat dunia untuk tidak memalingkan wajah dari penderitaan mereka.
Pada awalnya, peringatan ini dikenal sebagai Hari Pengungsi Afrika, sebuah bentuk kepedulian terhadap meningkatnya jumlah pengungsi di benua tersebut. Namun pada bulan Desember 2000, Majelis Umum PBB secara resmi menetapkannya sebagai peringatan internasional. Sejak saat itu, tanggal 20 Juni menjadi pengingat tahunan bahwa setiap manusia, di mana pun ia berada, berhak hidup dengan aman dan bermartabat.
Tahun ini, Hari Pengungsi Sedunia mengangkat tema “For a World Where Refugees Are Welcomed” atau “Untuk Dunia di Mana Pengungsi Disambut dengan Baik.” Tema ini mengajak dunia untuk membangun sikap terbuka terhadap para pengungsi—tidak hanya menyediakan tempat berlindung, tetapi juga membuka akses bagi mereka untuk membangun kembali kehidupan yang layak.
Menurut data UNHCR, per tahun 2024 lebih dari 120 juta orang di seluruh dunia terpaksa mengungsi dari kampung halaman mereka. Angka ini terus meningkat seiring dengan konflik yang belum berakhir di berbagai wilayah seperti Suriah, Sudan, Myanmar, hingga Ukraina. Di balik statistik itu, terdapat manusia-manusia nyata—anak-anak, ibu-ibu, dan lansia—yang kehilangan rumah, keluarga, dan masa depan mereka.
Menjadi pengungsi bukanlah pilihan, tetapi keterpaksaan. Sebagian besar dari mereka hidup dalam kondisi yang serba terbatas dan tidak menentu. Meski demikian, banyak pengungsi yang tetap menunjukkan semangat untuk belajar, bekerja, dan berkontribusi di tempat baru. Mereka membawa kisah ketabahan dan harapan yang bisa menjadi inspirasi bagi dunia.
Hari Pengungsi Sedunia juga merupakan panggilan bagi semua negara untuk menegakkan prinsip kemanusiaan, kesetaraan, dan keadilan. Konvensi PBB menyatakan bahwa pengungsi berhak mendapatkan perlakuan yang setara dengan warga negara asing lainnya, dan dalam banyak hal bahkan setara dengan warga negara sendiri. Kepatuhan terhadap konvensi ini adalah bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai universal.
Di tengah meningkatnya retorika diskriminatif dan penolakan terhadap pengungsi di berbagai belahan dunia, peringatan ini menjadi momen untuk membangun kembali empati dan kepedulian. Masyarakat dunia perlu disadarkan bahwa pengungsi bukan beban, melainkan bagian dari solusi ketika diberi kesempatan untuk berkembang. Menyambut pengungsi dengan tangan terbuka berarti menyambut kemanusiaan itu sendiri.
Melalui Hari Pengungsi Sedunia, kita diingatkan bahwa solidaritas tidak berhenti pada simpati. Ia harus diwujudkan dalam tindakan nyata—dari dukungan kebijakan, bantuan kemanusiaan, hingga edukasi publik. Karena pada akhirnya, dunia yang adil dan damai hanya bisa terwujud ketika semua orang, termasuk pengungsi, merasa dihargai dan diterima.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....