Hujan Ekstrem di BM Picu Banjir Kiriman Aceh

  • 27 Des 2025 10:39 WIB
  •  Takengon

KBRN, Redelong : Curah hujan dengan intensitas ekstrem yang mengguyur wilayah Dataran Tinggi Gayo sejak Kamis (25/12/2025) sore menyebabkan banjir dan tanah longsor di sejumlah titik di Kabupaten Bener Meriah. Kondisi ini memicu peringatan dini bagi wilayah hilir, khususnya Kabupaten Aceh Utara, untuk mewaspadai potensi banjir kiriman pada dini hari nanti.

Hingga pukul 21.00 WIB, jalur lintas Bireuen–Takengon, tepatnya di kawasan Pintu Rime Gayo, sempat mengalami hambatan akibat material longsor yang menutup badan jalan serta luapan air dari tebing pegunungan.

Debit air di sejumlah sungai besar yang berhulu di Bener Meriah, seperti Krueng Keureuto dan Krueng Pirak, terpantau meningkat drastis. Warna air berubah menjadi keruh pekat dan membawa material kayu serta lumpur, menandakan tingginya volume air dari kawasan pegunungan.

Dengan mempertimbangkan posisi geografis Aceh Utara sebagai daerah aliran sungai (DAS) dari wilayah Bener Meriah, pihak berwenang menetapkan status Siaga Satu. Berdasarkan simulasi pergerakan aliran air, puncak volume banjir kiriman diperkirakan akan mencapai wilayah dataran rendah Aceh Utara pada rentang waktu pukul 00.00 hingga 04.00 WIB.

Beberapa kecamatan yang masuk dalam zona merah waspada banjir kiriman malam ini antara lain:

  • Matangkuli

  • Pirak Timu

  • Lhoksukon

  • Paya Bakong

  • Tanah Luas

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara mengimbau masyarakat yang bermukim di sepanjang bantaran sungai untuk tetap terjaga sepanjang malam dan meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera mengamankan dokumen penting serta mengevakuasi barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.

“Kami meminta warga tidak lengah meskipun di wilayah hilir hujan sudah reda. Debit air dari hulu, khususnya Bener Meriah, saat ini sedang bergerak turun dengan volume yang sangat besar,” ujar salah satu koordinator relawan kebencanaan.

Masyarakat diharapkan terus memantau informasi resmi dari pihak berwenang dan segera melapor apabila terjadi peningkatan debit air secara tiba-tiba di wilayah masing-masing.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....