Bedah Buku Kelising, Ruang Seni dan Kemanusiaan
- 02 Okt 2025 19:21 WIB
- Takengon
KBRN,Jakarta: Buku terbaru karya Dr Salman Yoga berjudul Kelising, diperkenalkan dalam diskusi bedah buku oleh Dispusip Jakarta bersama PDS HB Jassin di Taman Ismail Marzuki, Kamis (2/10/2025)
Acara ini menghadirkan Tiga tokoh lintas bidang sebagai pembicara utama, yakni sastrawan dan penyair Fikar W Eda, seniman teater Jose Rizal Manua, serta penulisnya sendiri, Dr Salman Yoga.
Diskusi dipandu oleh moderator, Ayu Yulia Djohan dan berlangsung penuh interaktif dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta yang hadir.
Salman mengungkapkan, Kelising lahir dari kegelisahannya melihat seni yang semakin terjebak, dalam industri dan euforia belaka.
“Buku tetap paling efektif, untuk memperkenalkan gagasan seorang penulis. Kelising saya pilih dari bahasa Gayo yang berarti memutar, simbol pencarian nilai berharga yang dekat dengan kita,” jelasnya.
Buku ini memuat Empat naskah, salah satunya Tungku, yang merekam kisah getir keluarga korban konflik panjang di Aceh.
Menurut Salman, meski naskah ini pernah dipentaskan di panggung teater, apresiasi publik kala itu belum sepenuhnya menyentuh pesan kemanusiaan yang diusung.
Sementara Fikar W Eda menilai Kelising sebagai refleksi sosial dan politik yang menempatkan seni sebagai ruang kemanusiaan.
“Karya ini mengingatkan kita, bahwa seni tidak semata hiburan, tapi juga cermin nurani,” ujarnya.
Senada, Jose Rizal Manua menyebut Kelising sebagai bukti bahwa seni berperan menjaga ingatan kolektif.
“Naskah-naskah ini merekam luka sejarah dan mengajak publik merenung. Generasi muda perlu melihat bahwa seni sering lahir dari penderitaan dan perjuangan,” katanya.
Sejumlah tokoh turut hadir, seperti tokoh muda Gayo Irmansyah, sutradara film dokumenter Radio Rimba Raya Ikmal Gopi, penulis dan pegiat literasi Zuhri Gayo, hingga mantan Ketua Musara Gayo Akhyar.
Forum yang berlangsung dinamis ini menegaskan bahwa karya sastra bukan hanya urusan estetika, melainkan juga wadah refleksi sejarah, budaya dan nilai kemanusiaan.
Lewat Kelising, Salman Yoga membuka ruang apresiasi baru terhadap seni dan sastra. Sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga ingatan kolektif bangsa.(FJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....