Masjid Al Abrar Takengon, Menuju Kemandirian Finansial

  • 26 Mar 2025 10:58 WIB
  •  Takengon

KBRN, Takengon: Masjid Al Abrar, sebuah masjid yang terletak di jantung kota Takengon, Aceh Tengah, menawarkan suasana yang nyaman, bersih, dan megah bagi jamaah yang berkunjung.

Saat memasuki area masjid, Anda akan disambut oleh lahan parkir yang luas dan rapi, sehingga memudahkan Anda untuk memarkirkan kendaraan.

Setelah memasuki masjid, Anda akan merasakan suasana yang tenang dan damai, dengan interior yang megah dan elegan. Lantai masjid yang putih bersih dan mengkilap, membuat Anda merasa seperti berada di sebuah tempat yang suci dan sakral.

Sinar matahari yang masuk melalui jendela-jendela besar, membuat suasana di dalam masjid menjadi lebih terang dan cerah. Suara azan yang berkumandang dari menara masjid, menambahkan kesan yang lebih sakral dan khidmat.

Di dalam masjid, Anda juga dapat menemukan fasilitas-fasilitas yang lengkap, seperti tempat wudhu yang bersih dan nyaman, serta ruang-ruang yang luas untuk beribadah dan beraktivitas.

Masjid Al Abrar di Takengon, Aceh Tengah, saat ini berupaya melakukan swadaya untuk mencapai kemandirian finansial.

Menurut Imam Besar Masjid Al Abrar, Tgk. H. Khaliluddin, pengurus masjid harus dapat memanfaatkan potensi masjid agar masjid mandiri dan tidak bergantung hanya kepada uluran dermawan atau infaq jamaah.

Badan Kemakmuran Masjid (BKM) katanya harus berpikir kreatif dan inovatif untuk meningkatkan pendapatan masjid. Contohnya kata Tgk. Khaliluddin membuat homestay, lapak UMKM, dan inovasi lainnya.

Tgk. H. Khaliluddin berharap bahwa dengan upaya swadaya ini, Masjid Al Abrar dapat menjadi lebih mandiri dan mampu membiayai keperluan sendiri.

Dengan upaya swadaya ini, diharapkan Masjid Al Abrar dapat menjadi contoh bagi masjid-masjid lain di Aceh Tengah untuk meningkatkan kemandirian finansial dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

“Bisa menjadi penghasilan untuk umat, bagaimana caranya, jangan saja kita minta saja, tapi berusaha, harapan seperti itu, ini ada rumah sekolah nggak dipakai, maunya bikin rumah singgah,” katanya berharap.

Menanggapi harapan dari Imam Besar Masjid Al Abrar Kebayakan, Ketua BKM Al Abrar Tgk. Azkia Umar menyampaikan bahwa pada bulan ramadan ini sedang melakukan uji coba dan meluncurkan 10 lapak UMKM sebagai bagian dari program pemberdayaan ekonomi umat berbasis masjid. Program ini katanya terinspirasi dari program Baznas dan Finansial Masjid.

Ketua BKM Al Abrar, Tgk. Azkia Umar, program ini bertujuan untuk melepaskan umat dari rentenir dan meningkatkan pemberdayaan ekonomi umat.

"Kami ingin membuat contoh bahwa masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pemberdayaan ekonomi umat," kata Tgk. Azkia Umar.

Setiap lapak UMKM akan memberikan infaq sebesar Rp 10.000 setiap harinya kepada masjid. Selain itu, masjid juga membuat celengan untuk menggalang dana dari masyarakat yang membeli takjil.

Program ini telah disetujui oleh Imam Masjid Al Abrar dan telah mendapatkan sambutan baik dari masyarakat.

"Kami berharap bahwa program ini dapat berkembang dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada umat," kata Tgk. Azkia Umar.

Rencananya, jika program ini berkembang, maka akan ditambahkan lapak UMKM lagi pada tahun depan. Dengan demikian, Masjid Al Abrar Kebayakan dapat menjadi contoh bagi masjid lainnya dalam pemberdayaan ekonomi umat.

Sementara terkait dengan rumah singgah, Tgk. Azkia Umar menyebutkan bahwa itu akan diupayakan terwujud agar Masjid memiliki pendapatan dan juga mempekerjakan masyarakat sekitar.

“Kita bisa memberdayakan masyarakat untuk dipekerjakan, kedua kita tidak saja mendapatkan pemasukan dari luar, tapi masjid ini akan memiliki pemasukan, masjid ini akan membiayai dirinya sendiri,” katanya.

Seorang pedagang di lapak UMKM di Masjid Al Abrar, Mulyani, menyampaikan rasa syukur karena dengan dibuka lapak itu menambah rezeki dirinya.

Menurut Mulyani, sebelumnya dia berjualan sendiri tanpa ada pedagang lainnya, sehingga pendapatannya tergolong biasa. Namun, dengan berkumpul di lapak UMKM di Masjid Al Abrar, pendapatannya meningkat karena menarik masyarakat untuk berbelanja.

"Alhamdulillah, tahun ini meningkat sekali penghasilan dari tahun sebelumnya, biasanya jualan sendiri di depan, karena udah lapak, jadi gabung disini, Alhamdulillah rezekinya disini lebih banyak, meningkat rezeki," ujarnya.

Mulyani juga berharap bahwa lapak UMKM di Masjid Al Abrar dapat terus berkembang dan menjadi salah satu destinasi belanja favorit masyarakat di Takengon.

"Terlebih lagi pada bulan Ramadan berikutnya, saya berharap lapak ini dapat menjadi lebih ramai dan membantu meningkatkan pendapatan saya dan pedagang lainnya," tambahnya.

Dengan adanya lapak UMKM di Masjid Al Abrar, diharapkan dapat membantu meningkatkan pendapatan pedagang dan membantu perekonomian masyarakat di Takengon.

Tim Konten Media Baru RRI Takengon

Sn

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....