Muda, Berani Usaha: Dari Ide Nongkrong Jadi Bisnis
- 25 Feb 2026 22:28 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Nongkrong biasanya identik dengan obrolan santai, tawa ringan, dan secangkir kopi. Namun di tangan anak muda kreatif, momen sederhana itu bisa berubah menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Semangat inilah yang tergambar dalam kisah sejumlah wirausahawan muda yang berani mengubah ide spontan saat berkumpul menjadi bisnis nyata.
Fenomena ini semakin terlihat di berbagai pelosok kota, salah satunya kota Takengon, Aceh Tengah. Banyak anak muda pelaku usaha rintisan mengaku bahwa ide bisnis mereka lahir dari diskusi ringan bersama teman.
Salah satunya adalah Sri Rezeki (22) Founder Sesereng.id. Mahasiswi semester delapan ini merintis usaha jajanan anak muda kekinian.
"Awalnya coba berjualan jajanan dipinggir jalan seputaran Kota Takengon cuma menggunakan meja kecil, Ngumpulin modal dikit-dikit dan Alhamdulillah bisa buka outlet dan ada beberapa teman yang bantu kerja untuk berjualan aneka jajanan sore hari kayak risoles varian rasa, Mie Jebew dan masih ada lagi menublainnya. Ujar Sri Rezeki saat mengisi acara di Pro2 RRI Takengon Rabu 25 Februari 2026 sore.
Diwaktu bersamaan anak muda Gayo Rahmat Khairun MG (24) Owner Crunchy Nut sebagai pelaku usaha UMKM ekonomi digital juga mengaku tren ekonomi kreatif terus berkembang. Anak muda dinilai menjadi motor penggerak utama, terutama di bidang kuliner, fesyen, dan konten digital.
" Saya berjualan produk kue kacang/kue kering ini melalui media sosial, karena belum ada gerai, Alhamdulillah orderan mengalami peningkatan, yang sebelumnya mungkin hanya menghabiskan 4 Kg tepung sebagai bahannya tapi sekarang lebih apalagi jelang lembaran permintaan meningkat kadang juga sampai sulit untuk istirahat "
Pemuda lulusan Ekonomi Manajemen ini menyampaikan pesan kepada anak muda lainnya jika memiliki ide berbisnis jangan takut untuk beraksi.

Selain keberanian, akses teknologi turut mempermudah langkah. Platform digital memungkinkan promosi murah dan menjangkau pasar lebih luas tanpa harus memiliki toko besar. Konsep pre-order, penjualan daring, hingga pemasaran berbasis komunitas menjadi strategi andalan generasi muda.