UMKM Gayo Bergerak Pasca Bencana, Tak Hanya Jualan tapi juga Berbagi

  • 17 Feb 2026 21:01 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon: Semangat kepedulian dan solidaritas sosial ditunjukkan para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Aceh Tengah pasca bencana yang melanda beberapa waktu lalu. Hal ini terungkap dalam program UMKM Bicara yang disiarkan langsung Pro 1 FM 93,0 MHz LPP RRI Takengon, Senin (16/02/2026). Mengangkat tema “Cerita UMKM di Aksi Sosial Pasca Bencana: Tak Hanya Jualan, Tapi Juga Berbagi”, dialog menghadirkan Elvi Sudarsih, owner Cemilan Arfataya, bersama Miken dan Nabila sebagai narasumber.

Elvi Sudarsih mengungkapkan bahwa bencana yang terjadi beberapa bulan terakhir berdampak besar terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM. Distribusi terhambat akibat akses jalan terputus, daya beli masyarakat menurun, bahkan sebagian pelaku usaha tidak dapat berjualan sama sekali. Namun di tengah keterbatasan tersebut, muncul gerakan sosial spontan dari para pelaku UMKM. Elvi bersama rekan-rekannya menginisiasi penggalangan bantuan dengan konsep sederhana: “dari hamba Allah untuk hamba Allah.” Bantuan dikumpulkan dari pelanggan dan masyarakat tanpa batas nominal, kemudian dibelanjakan dalam bentuk beras, minyak, mi instan, hingga kebutuhan pokok lainnya untuk disalurkan langsung kepada warga terdampak.

“Banyak yang tidak terlihat. Bukan hanya korban yang rumahnya rusak, tapi juga mereka yang kehilangan mata pencaharian—tukang parkir, tukang becak, guru ngaji, pedagang kecil. Mereka ini terdampak dan butuh perhatian,” ujar Elvi.

Distribusi bantuan dilakukan secara langsung, bahkan hingga ke wilayah pedalaman seperti Rusip, Jamur, hingga sejumlah kampung yang sulit dijangkau. Mereka menggunakan transportasi pribadi tanpa mengambil keuntungan sedikit pun dari donasi yang terkumpul. Tak hanya bantuan logistik, gerakan ini juga menyalurkan 174 mushaf Al-Qur’an hasil donasi masyarakat. Selain itu, program “Berkah Jumat” yang telah berjalan selama dua tahun tetap dilanjutkan, berupa bantuan untuk pengajian anak-anak dan kebutuhan belajar.

Dalam dialog tersebut, para narasumber juga berbagi kiat bertahan sebagai pelaku UMKM di tengah kondisi ekonomi yang menurun. Elvi menekankan pentingnya menghindari utang berbunga dan memutar modal pada produk yang berisiko rendah serta memiliki daya tahan lebih lama.

“Kita bukan berdagang untuk kaya, tapi untuk berkarya dan menafkahi keluarga. Mulai saja dulu, jangan takut. Rezeki itu sudah tertakar, tidak akan tertukar,” ungkapnya memberi motivasi kepada generasi muda.

Sementara itu, menjelang bulan Ramadan, para pelaku UMKM berencana mengalihkan sebagian donasi untuk program berbagi takjil dan paket kebutuhan pokok. Mereka berharap kondisi ekonomi Aceh Tengah segera pulih agar aktivitas usaha kembali normal. Program UMKM Bicara sore itu menjadi bukti bahwa di tengah ujian, solidaritas masyarakat Takengon tetap tumbuh. Para pelaku UMKM tidak hanya berjuang menjaga usaha tetap hidup, tetapi juga hadir sebagai penggerak kepedulian sosial.

“Seperti biasa, semangat dan tetap positif. Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain,” tutup Miken.

Rekomendasi Berita