Bener Meriah Finalisasi Program Hilirisasi Perkebunan
- 25 Sep 2026 07:05 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Redelong - Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menggelar rapat finalisasi program hilirisasi perkebunan di Aula Setdakab Bener Meriah, Kamis 24 September 2026.
Rapat tersebut diikuti para camat, reje, dan penyuluh pertanian dari sembilan kecamatan di Kabupaten Bener Meriah.
Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Bener Meriah, Uswatun Hasanah, menjelaskan bahwa hilirisasi perkebunan merupakan salah satu program prioritas pemerintah daerah sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan petani kopi di daerah tersebut.
Menurutnya, program hilirisasi perkebunan telah berjalan sejak 2025, sebelum terjadinya bencana hidrometeorologi. Saat itu, kehadiran Bupati Bener Meriah Tagore Abubakar dalam forum nasional menghasilkan alokasi kegiatan perluasan dan peremajaan kebun kopi di Kabupaten Bener Meriah seluas 10.200 hektare.
Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di sembilan kecamatan dan 195 kampung, dengan melibatkan 821 kelompok tani yang beranggotakan sebanyak 16.240 petani.
“Dengan melibatkan begitu banyak petani, tentu ini bukan pekerjaan mudah. Karena itu, dibutuhkan peran camat, reje, dan seluruh elemen yang terlibat di dalamnya,” ujar Uswatun.
Ia menjelaskan, proses verifikasi berjenjang, mulai dari tingkat kabupaten hingga pemerintah pusat, sesuai petunjuk teknis program menyebabkan proses penyaluran bantuan membutuhkan waktu cukup panjang.
Berdasarkan rencana awal, pembagian bibit kopi dijadwalkan pada September 2026. Namun, hingga saat ini penyaluran masih tertunda karena proses verifikasi secara berjenjang belum selesai.
Dari total 821 kelompok tani, sebanyak 495 kelompok saat ini telah memasuki proses verifikasi di tingkat provinsi, sementara 326 kelompok lainnya masih dalam proses verifikasi di tingkat kabupaten.
“Permasalahannya mungkin salah satunya titik koordinat yang dikirimkan oleh petani atau penyuluh tidak sesuai. Ketika kita mengambil geotagging, titiknya bergeser. Kemudian ada juga kendala alat transportasi penyuluh yang tidak dapat menjangkau lahan petani karena banyak jalan kebun yang rusak pascabencana,” jelasnya.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Riswandika Putra, berharap berbagai permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan program hilirisasi perkebunan dapat diselesaikan melalui rapat tersebut. Dengan demikian, penyaluran bibit kopi kepada petani dapat segera dilakukan.
“Mari sama sama kita atasi kendala yang ada , sehingga panyaluranya bisa segera kita lakukan, “ ujarnya
Pemerintah daerah juga berharap dukungan seluruh stakeholder terkait agar program tersebut dapat berjalan sesuai harapan, sehingga tujuan peningkatan kesejahteraan petani kopi di Kabupaten Bener Meriah dapat terwujud
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....