Sejumlah Harga Pangan di Takengon Naik, Ayam dan Cabai Paling Menonjol
- 08 Sep 2026 17:16 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon: Sejumlah harga bahan pangan di pasar Kota Takengon, Kabupaten Aceh Tengah, mengalami kenaikan pada pekan ini. Kenaikan paling menonjol terjadi pada harga ayam broiler dan sejumlah komoditas cabai.
Berdasarkan daftar harga bahan pokok penting dan strategis yang diterima RRI dari Dinas Perdagangan Aceh Tengah per 7 September 2026, harga ayam broiler naik dari Rp33 ribu menjadi Rp38 ribu per kilogram atau meningkat 15,15 persen.
Kenaikan juga terjadi pada telur ayam broiler, dari Rp1.800 menjadi Rp2.000 per butir atau naik 11,11 persen.
Pada komoditas cabai, harga cabai caplak dan cabai merah besar sama-sama meningkat dari Rp50 ribu menjadi Rp60 ribu per kilogram atau naik 20 persen.
Sementara itu, cabai merah keriting mengalami kenaikan dari Rp45 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram atau meningkat 22,22 persen.
Kenaikan harga juga tercatat pada udang jumbo dari Rp70 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram, serta sejumlah komoditas kopi. Harga biji kering kopi arabika naik dari Rp125 ribu menjadi Rp130 ribu per kilogram, sedangkan gabah kopi arabika meningkat dari Rp50 ribu menjadi Rp55 ribu per kilogram.
Untuk kopi robusta, harga biji kering naik dari Rp60 ribu menjadi Rp75 ribu per kilogram atau 25 persen. Harga gelondong robusta juga meningkat dari Rp11 ribu menjadi Rp12 ribu per kilogram.
Di sisi lain, sejumlah komoditas justru mengalami penurunan harga. Bawang merah turun dari Rp30 ribu menjadi Rp25 ribu per kilogram, kentang dari Rp12 ribu menjadi Rp10 ribu, serta markisah dari Rp20 ribu menjadi Rp15 ribu per kilogram.
Sementara sebagian besar komoditas lainnya masih berada pada harga yang sama seperti pekan sebelumnya, termasuk beras, gula pasir, minyak goreng, daging kerbau, gas elpiji, tepung terigu, serta berbagai kebutuhan pokok lainnya.
Data tersebut menunjukkan pergerakan harga yang beragam di pasar Kota Takengon, dengan kenaikan paling tinggi secara persentase tercatat pada biji kering kopi robusta sebesar 25 persen, sementara penurunan terbesar terjadi pada harga markisah sebesar 25 persen.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....