Kemenkop RI Dorong KDMP di Aceh Tengah Kembangkan Usaha Berbasis Kopi Gayo

  • 02 Sep 2026 19:18 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID,Takengon - Kementerian Koperasi (Kemenkop) RI, mendorong penguatan jaringan usaha Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) berbasis komoditas unggulan daerah. Di Aceh Tengah, pengembangan diarahkan pada komoditas kopi Gayo.

Upaya itu dilakukan dengan Lokakarya Penguatan Jaringan Usaha KDMP melalui Komoditas Kopi, yang berlangsung 2-4 September 2026 di Hotel Grand Bayu Hill, Takengon. Kegiatan diikuti 60 peserta yang berasal dari puluhan KDMP setempat.

Asisten Deputi Akselerasi Jaringan Usaha Kemenkop RI, Cecep Setiawan mengatakan program tersebut merupakan upaya membangun jaringan usaha KDMP, dengan memanfaatkan komoditas unggulan di masing-masing daerah.

Menurutnya, Aceh Tengah memiliki potensi besar melalui kopi Gayo, yang selama ini telah dikenal luas. Cecep menyebut, lokakarya penguatan jaringan usaha KDMP berbasis komoditas kopi ini menjadi yang pertama dilaksanakan di Indonesia.

“Konsepnya nanti, KDMP yang melakukan optek atau pembelian dari petani, bisa di optek lagi oleh koperasi-koperasi eksisteng yang sudah berjalan. Seperti halnya koperasi Baburrayyan di Aceh Tengah ini,” katanya.

“Kenapa kami bekerja sama dengan koperasi eksisting, karena mereka sudah memiliki mitra, modal dan sarana. Sedangkan KDMP seperti bayi yang baru lahir, yang harus dapat dukungan untuk berkembang,” tambah Cecep lagi.

Sementara itu Plt Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh Tengah, Alam Syuhada menyambut positif langkah Kemenkop RI dalam mengembangkan KDMP, dengan memasukkan kopi sebagai salah satu sektor usaha yang akan dijalankan.

Menurut Alam, kopi merupakan salah satu sumber utama penghidupan masyarakat Aceh Tengah. Karena itu, penguatan koperasi melalui komoditas kopi dinilai dapat memberikan dampak terhadap perekonomian masyarakat.

“Selama ini kita tahu kopi dari Aceh Tengah sudah mendunia, dengan masuk ke koperasi pastinya akan berkembang lagi. Kami berharap pembinaanya tidak hanya tahun ini, sehingga tujuan yang dinginkan dapat tercapai,” harapnya.

Melalui lokakarya ini, diharapkan KDMP di Aceh Tengah tidak hanya berperan dalam pemasaran kopi, tetapi juga mampu membangun jaringan usaha dari hulu hingga hilir, sehingga memberikan nilai tambah bagi koperasi dan petani kopi.

Kegiatan tersebut turut menghadirkan sejumlah narasumber, sepertu perwakilan dari pemerintah kabupaten Aceh Tengah, Koperasi Baburrayyan yang bergerak pada eskportir kopi, serta ID Food sebuah BUMN yang bergerak di bidang pangan.(FJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....