LPPM IAIN Takengon Kupas Komparasi Pola Asuh Anak Perspektif Barat dan Islam

  • 30 Sep 2026 19:24 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) IAIN Takengon kembali menyelenggarakan forum diskusi akademik rutin bertajuk Coffee Morning pada Rabu, 30 September 2026. Bertempat di Ruang Rapat LPPM, agenda kali ini mengusung tema "Between the West and Islam: How Should Children Be Raised?" dengan menghadirkan Dr. Izzatur Rusuli, M.Ed., Kepala Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) LPPM IAIN Takengon, sebagai pemateri utama.

Dalam forum ini, Dr. Izzatur menyoroti urgensi evaluasi pola asuh di tengah maraknya kenakalan remaja yang terjadi di lingkungan pendidikan. Ia menyebutkan bahwa kelemahan pengasuhan berisiko memunculkan berbagai patologi sosial pada anak. "Kita menghadapi masalah krusial terkait generasi saat ini, seperti kasus perkelahian hingga perundungan antarsiswa yang patut menjadi perhatian bersama," ungkap Dr. Izzatur.

Berdasarkan analisis komparatifnya, Barat cenderung mengklasifikasikan pola asuh, seperti teori Diana Baumrind ke dalam empat dimensi psikologis yang bertumpu pada responsivitas dan tuntutan. Namun, Islam menghadirkan konsep pengasuhan yang jauh lebih fundamental dan berdimensi jangka panjang. "Jika Barat hanya berorientasi pada harmoni sosial di dunia, pengasuhan dalam Islam berorientasi ukhrawi, yakni bertujuan menyelamatkan keluarga dari api neraka sebagaimana pesan surah At-Tahrim ayat 6," paparnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Al-Qur'an memetakan pola asuh ke dalam dua tipologi utama, yaitu gaya peduli dan gaya abai. Menghadapi dinamika generasi saat ini, penerapan hukuman fisik yang kaku dinilai sudah tidak lagi relevan dan sering kali memicu penolakan.

Sebagai solusi, Dr. Izzatur merekomendasikan gaya pengasuhan yang peduli dengan mengedepankan uswah atau contoh nyata. "Pendekatan terbaik yang perlu dilakukan orang tua saat ini adalah melalui pendekatan modeling atau memberikan teladan secara langsung kepada anak-anak," tegasnya menutup sesi pemaparan. (Rel)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....