Kemenag Aceh Tengah Bekali Pemanfaatan AI dalam Pembelajaran

  • 10 Sep 2026 11:36 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) menjadi tantangan sekaligus peluang bagi dunia pendidikan. Menjawab perubahan tersebut, Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Aceh melalui Tim Kerja Pendidikan Agama Islam melaksanakan Kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Tahun 2026 di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah.

Mengangkat tema “Implementasi Artificial Intelligence sebagai Tools dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam”, kegiatan tersebut berlangsung di Aula Umah Pesilangan, Takengon, Rabu, 9 September 2026. Kegiatan ini diarahkan untuk memperkuat kompetensi guru PAI agar mampu beradaptasi sekaligus memanfaatkan perkembangan AI sebagai instrumen pendukung pembelajaran.

Kasi PAI Kantor Kemenag Aceh Tengah, Ihsanuddin SAg MPd dalam laporannya menyampaikan bahwa kegiatan diikuti 50 guru PAI dari berbagai jenjang pendidikan. Peserta terdiri atas 15 guru dari jenjang SDLB dan SMK, 15 guru SMP, serta 20 guru SD.

Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah, H Wahdi MS MA dalam sambutannya menegaskan bahwa pemanfaatan AI harus ditempatkan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pengetahuan dan memberikan manfaat bagi kehidupan manusia.

“AI dapat digunakan asal digunakan untuk ilmu pengetahuan, disampaikan untuk kebaikan dan kemaslahatan umat manusia,” ujar Wahdi.

Menurutnya, kehadiran AI tidak semestinya dipandang sebagai ancaman bagi guru, tetapi sebagai tools atau alat bantu yang dapat dimanfaatkan untuk melahirkan inovasi dalam pembelajaran.

“AI saat ini berfungsi sebagai alat bantu guru untuk mengembangkan inovasi dalam mengajar. Jadi jangan ada istilah umur, terus upgrade diri, terus ingin tahu dengan perkembangan teknologi,” tegasnya.

Wahdi juga mengingatkan para guru agar memiliki kemampuan dan kemandirian dalam mengoperasikan berbagai platform digital yang mendukung pelaksanaan tugas. Ia mencontohkan pengelolaan data pada aplikasi SIAGA sebagai salah satu bentuk pekerjaan yang semestinya dapat dikuasai oleh guru PAI.

“Jangan urusan pengisian data di aplikasi SIAGA saja harus dilakukan orang lain,” katanya.

Ia menambahkan, transformasi teknologi telah mengubah pola belajar dan cara peserta didik memperoleh informasi. Karena itu, guru juga harus berani meninggalkan pola pembelajaran yang tidak lagi relevan dan mulai mengintegrasikan teknologi secara bijak dalam proses pembelajaran.

“Pembelajaran hari ini tidak lagi dengan metode lama yang jadul, sekarang telah berubah dengan perkembangan teknologi, seperti bahan ajar yang lebih interaktif, video animasi dan game ” ungkap Wahdi.

Ia berharap kegiatan pembinaan tersebut tidak berhenti pada pemahaman konsep, tetapi dapat diimplementasikan oleh guru dalam menciptakan pembelajaran PAI yang lebih kreatif, adaptif, menarik, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

“Guru harus terus belajar, terus meng-upgrade diri dan tidak boleh berhenti mengikuti perkembangan teknologi,” pesannya.

Kegiatan pembinaan kemudian dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah dan dilaksanakan selama satu hari. Para peserta mendapatkan materi dan praktik pemanfaatan AI dengan menghadirkan narasumber yang memiliki kompetensi di bidang Artificial Intelligence.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Tim Kerja Bidang PAI Kanwil Kemenag Aceh, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Aceh Tengah, Kasubbag Tata Usaha Kemenag Aceh Tengah beserta jajaran Kepala Seksi, serta Pengawas PAI. (sp)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....