IAIN Takengon Perkuat Literasi Bahasa
- 22 Agt 2026 18:41 WIB
- Takengon
RRI.CO.ID, Takengon : Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pengembangan Bahasa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon menyelenggarakan arahan dan bimbingan bagi para mentor dalam rangka pelaksanaan kegiatan Penguatan Bahasa (Arab dan Inggris) Intensif bagi Mahasiswa Baru IAIN Takengon, Rabu (19/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi langkah awal untuk mempersiapkan para mentor agar mampu mendampingi mahasiswa baru dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab dan Inggris secara lebih komunikatif dan menyenangkan.
Dalam arahannya, Dr. Ramadan, MA menyampaikan bahwa pembelajaran bahasa akan diarahkan pada kebutuhan mahasiswa dan lebih menekankan kemampuan komunikasi sehari-hari. Menurutnya, pengalaman pelaksanaan sebelumnya menunjukkan masih terdapat mahasiswa yang belum aktif mengikuti kegiatan, sehingga pendekatan pembelajaran perlu dibuat lebih menarik dan dekat dengan kebutuhan mahasiswa.
“Kita memberikan modul kepada anak-anak. Kalau ada muhadatsah yang ingin dikembangkan, silakan bisa lebih kepada muhadasah atau conversation harian,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan penguatan bahasa akan dilaksanakan setiap Kamis dan Sabtu. Orientasi kegiatan bukan semata-mata pada penilaian kemampuan mahasiswa, melainkan pada proses penanaman kebiasaan dan kecintaan terhadap bahasa.
“Kita lebih kepada penanaman, bukan penilaian,” tegasnya.
Sementara itu, Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL, menekankan bahwa bahasa merupakan sebuah keterampilan yang harus dibangun melalui proses pembelajaran, pembiasaan, serta motivasi yang berkelanjutan.
“Bahasa adalah keterampilan. Bagaimana Pusat Bahasa membuat mahasiswa bisa berbahasa. Tugas kita menanamkan motivasi bahwa bahasa itu penting,” ungkapnya.
Ia berpesan kepada para mentor agar mampu mendekati mahasiswa dengan cara yang kreatif. Mentor diharapkan dapat menghilangkan rasa takut mahasiswa dalam menggunakan bahasa Arab maupun Inggris.
“Bagaimana caranya ketika Bapak/Ibu masuk, membuat mereka tertarik dengan cara masing-masing. Tidak mungkin cara mengajar kita sama. Yang kita harapkan, Bapak/Ibu benar-benar mengajar dari hati,” pesannya.
Prof. Ridwan juga mengingatkan para mentor untuk mengambil semangat keteladanan dari para guru terdahulu yang mengajar dengan penuh dedikasi dan pengabdian.
“Guru-guru kita dahulu kalau mengajar benar-benar menjiwai. Saya berharap mengajar itu menjiwai. Mengajar dengan rasa, insyaallah anak-anak akan merasakan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, UPT Pengembangan Bahasa IAIN Takengon diharapkan mampu menghadirkan pembelajaran bahasa yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga membangun keberanian, kebiasaan, dan motivasi mahasiswa untuk menggunakan bahasa Arab dan Inggris dalam kehidupan sehari-hari. Dengan dukungan para mentor, program penguatan bahasa diharapkan menjadi bagian dari upaya membangun budaya berbahasa di lingkungan kampus IAIN Takengon.(Rel)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....