LPPM IAIN Takengon Kupas Potensi Coffee Tourism Gayo

  • 30 Jul 2026 11:07 WIB
  •  Takengon

RRI.CO.ID, Takengon : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon kembali menggelar kegiatan Coffee Morning sebagai ruang dialog ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, dan praktisi. Kegiatan yang berlangsung di Ruang LPPM IAIN Takengon, Rabu 29 Juli 2026, menghadirkan Sadikin atau yang lebih dikenal dengan sapaan Bang Gembel, Owner Seladang Cafe, sebagai narasumber dengan tema "Developing Coffee Tourism in the Gayo Highlands: Opportunities and Challenges."

Kegiatan ini menjadi wadah berbagi gagasan dan pengalaman mengenai pengembangan wisata kopi Gayo yang memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi, budaya, sekaligus sektor pariwisata berkelanjutan. Melalui diskusi yang berlangsung hangat, peserta diajak melihat kopi tidak hanya sebagai komoditas unggulan, tetapi juga sebagai identitas masyarakat Gayo yang memiliki nilai strategis di tingkat nasional maupun internasional.

Dalam pemaparannya, Bang Gembel menegaskan bahwa kopi merupakan sebuah energi yang menggerakkan kehidupan. Menurutnya, secangkir kopi bukan sekadar minuman, melainkan sumber semangat yang mengawali aktivitas, melahirkan ide-ide baru, serta mempererat hubungan antarmanusia melalui setiap percakapan yang tercipta di sekelilingnya.

Ia juga menjelaskan bahwa bagi masyarakat Gayo, kopi telah menjadi energi yang menghidupkan perekonomian daerah, memperkuat identitas budaya, sekaligus menjadi warisan yang membanggakan hingga dikenal di berbagai belahan dunia. Setiap proses, mulai dari tangan para petani hingga tersaji di hadapan penikmat kopi, mencerminkan kerja keras, dedikasi, dan harapan untuk masa depan yang lebih baik. Lebih lanjut, Bang Gembel menyampaikan bahwa Kopi Gayo memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai ikon pariwisata karena memadukan keindahan alam dataran tinggi Gayo, kekayaan budaya masyarakat, serta cita rasa kopi yang telah diakui dunia. Menurutnya, pengembangan wisata kopi harus dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat lokal sebagai pelaku utama agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara luas sekaligus memperkuat posisi Gayo sebagai destinasi wisata kopi unggulan, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan Coffee Morning ini, LPPM IAIN Takengon berharap terbangun sinergi antara perguruan tinggi, pelaku usaha, peneliti, dan masyarakat dalam menghasilkan gagasan-gagasan inovatif yang mampu mendorong pengembangan wisata kopi berbasis riset, pelestarian budaya, serta pemberdayaan masyarakat demi kemajuan kawasan Gayo secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....